Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Curhat Galau Pengurus Klub


Sialan PSSI baru ini! Anak-anak ingusan kemaren sore yang nggak ngerti apa-apa tentang sepakbola berani-beraninya ngelawan para sesepuh yang puluhan tahun berdarah-darah ngurus sepakbola. Tau apa mereka tentang kompetisi, eh sekarang mau merusak periuk nasi kami.

Lagaknya aja mau bikin liga profesional. Keminter! Kami nggak butuh sponsor gede. Cola-cola preeetttt! Kami nggak butuh hak siar tv gede, toh duitnya juga nggak pernah nyampe ke kami. Yang penting itu kalo tahun ini duit habis dan ada hutang, tahun depan APBD cair lagi. Beres! Ngapain repot-repot bikin PT? Ngapain lembur-lembur bikin proposal nyari investor? Ngitung komposisi saham lah… 

Bikin plan marketing untuk jualan merchandise dan tiketlah…Sudahlah….biarin aja tuh suporter-suporter bodoh itu dapet tontonan gratis. Yang penting mereka senang bisa lihat bola, lihat bintang-bintangnya berlaga, bisa menang di kandang. Yang pasti itu akan bikin mereka milih pak ketua umum dalam pilkada nanti. Kalo pak ketua umum jadi….pengurus lain kan bisa dapet bagian jabatan. Lagi-lagi everybody happy. Huahahahahaha….

Apa itu profesional! Verifikasi AFC? Tai kucing!

Mereka nggak tau sih enaknya jadi pengurus klub. Ah, nikmat memang nggak ketulungan APBD itu…bebas pake dan nggak perlu dilaporkan. Sesuka hati dan bisa buat foya-foya. Semua pengurus bisa kebagian, tahu sama tahu, everybody happy. Belum lagi ditambah hasil malak kontrak pemain dan pelatih. Apalagi kalo ditambah transferan bandar. Hai.hai..bisa buat beliin bini muda mobil baru. 

Belum lagi hasil nilep gaji pemain selama berbulan-bulan. Gak perlu kuatir gimana bayarnya. Toh nanti akan ada investor baru yang membayar hutangnya, atau kalau beruntung jatah APBD tahun ini akan ditambah. Paling apes pemain bakal nrima gajinya kalau APBD tahun depan cair. Yang kelaparan kan pemain..bukan pengurus. EGP!

Urusan dosa mah urusan kami sama tuhan. PSSI gak perlu Ikut campur! Kalau sialpun paling urusannya sama KPK. PSSI sekali lagi nggak usah cari perkara!

Apa itu akuntabilitas? Apa itu audit? Istilah bangsat bikinan yahudi yang bikin kami nggak bisa berpesta lagi!

Ah, baru setengah tahun kami sudah rindu NH! Kangen makelar-makelarnya yang bisa diajak main mata. Dari offside, kartu kuning sampai penalti. Dari hasil pertandingan sampai posisi di klasemen. Zaman segala sesuatu bisa diatur itu memang bikin hidup jadi mudah. Kami juga kangen bos besar nih. Yang suka bocorin harus pasang dimana kalau timnas main. Kalo tebakan benar kan lumayan beli segenggam berlian buat istri pertama biar nggak protes karena sering ditinggal. Kami kangen sekangen-kangennya, pasti rasanya luar biasa bisa menipu AFC dan FIFA lagi. 

Membodohi para bule itu memang bikin nasionalisme kita memuncak. Bangga jadi orang Indonesia!
Pokoknya PSSI ini harus dihadang! Djohar harus dilengserkan! Para perampok rejeki orang itu harus dilucuti kekuasaannya. Media sudah dikuasai, suporter bisa dibungkam dengan saham dan cipratan dikit. Liga tandingan sudah disiapkan. Pemain timnas dan naturalisasi sudah diamankan. Yang penting kami kembali berkuasa. Bebas memakan uang rakyat lagi. Peduli apa sekolah roboh. Peduli apa bayi kurang gizi.

Kalaupun susah melengserkan, minimal kami dapet uang tutup mulut dari bos botak. Tapi kalau bos botak susah ditipu, kami akan membulatkan tekad untuk KLB, apapun resikonya. Mengikuti PSSI dan liga profesional cuma akan bikin kami kelaparan. Kalau mereka bisa berkuasa, kamipun bisa. Kalau kami tidak bisa berkuasa, mereka juga harus tidak berkuasa. TIJITIBEH! Mati satu mati semua!

Bismituta……Atas nama statuta yang bisa dipelintir dan ditafsirkan sesuka kami, kami akan merebut kembali periuk nasi kami. Demi perut kami. Demi syahwat kekuasaan kami. Garuda di dadaku, tapi perut harus penuh. PEDULI SETAN SEPAKBOLA NASIONAL!

Note: Tulisan ini jangan di copy paste dan disebarkan, bisa pinter suporter-suporter itu nanti! Awas kalo ada yang berani! Kami tuntut karena itu melanggar Statuta dan amanah Kongres Bali!

Si Tua Bangka Harbiansyah Diteror melalui SMS


Salah satu tokoh K-14 Harbiansyah Hanafiah mendapat teror melalui pesan singkat (SMS) di telepon genggam miliknya yang diyakini sebagai imbas dari sikapnya bersama K-14 menentang kompetisi Indonesia Primier League (IPL) PSSI.

 Harbiansyah memaparkan ancaman SMS gelap yang ditujukan padanya, di Samarinda, Kamis. Pesan singkat diterima oleh pimpinan klub Persisam Putra Samarinda itu, Kamis, 14.14 Wita, dengan pengirim Irwansyah, orang yang mengatas namakan masyarakat Kalimantan Timur berdomisili di Jakarta.

 Dalam pesan singkatnya disebutkan kata-kata kasar disertai ancaman kepada Harbiansyah, yang saat ini tengah mempersiapkan kompetisi tandingan untuk mewadahi tim sepak bola dari K-14.

 Harbiansyah mengaku tidak terpengaruh dengan pesan gelap tersebut dalam misinya untuk menentang kompetisi IPL. Bahkan Ia sempat membalas ke pengirim untuk menanyakan maksud dan tujuannya.

“Saya sempat balas dan tanyakan, Anda orang Kaltim mana, jangan main ancam, saya tidak takut, tolong kirim alamat yang jelas, supaya saya tahu,” terang Harbiansyah. Harbiansyah menyadari sikap kerasnya di K-14 menolak kompetisi IPL, bakal berdampak dan memunculkan pertentangan dari berbagai pihak. 

“Namanya kita berjuang untuk tujuan yang baik, pasti ada yang tidak senang dan melakukan hal-hal perlawanan, itu sudah mulai zaman Nabi dulu, Jadi saya anggap biasa saja,” tegas Harbiansyah. Justru Ia semakin yakin untuk tetap melaksanakan kompetisi sendiri diluar kompetisi LPI yang telah dibuka oleh PSSI 15 Oktober 2011 lalu.

 Sejauh ini kata dia persiapan K-14 menggelar kompetisi ISL masih bulat, dan Ia bersyukur beberapa tim telah bekerja dan sudah masuk pada hal teknis persiapan kompetisi.

 “Dalam waktu dekat bakal dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia, dan disitulah persiapan kompetisi baru terlihat secara nyata,” tegas Harbiansyah mengakhiri.

Breakaway League Hanya Gertak Sambal Belaka

Manuver yang dilakukan oleh Kelompok 14 untuk menggelarbreakaway league ditanggapi negatif oleh Ari Wibowo. Menurut CEO Persiraja Banda Aceh ini, langkah kelompok yag dimotori Harbiansyah Hanafiah dan Wisnu Wardhana itu hanyalah gertak sambal belaka.

Menurut Ari, Kelompok 14 sesungguhnya sama sekali tidak ingin membentuk liga baru. Sesungguhnya, mereka berencana mengambil alih pengelolaan kompetisi. "Mereka tak akan mau kehilangan kesempatan mendapat hak kepemilikan saham kolektif 99% di PT yang mengelola liga. Kelompok tersebut sangat yakin bahwa jumlah suara mereka adalah mayoritas. Dan dengan suara mayoritas, mereka punya kekuatan untuk menentukan siapa yang berhak duduk di kepengurusan," ungkap Ari pada Bola.net, Minggu (16/10).

"Pada saat RUPS, yang digelar sebagai bentuk amanat Kongres Bali, dengan bermodal suara terbanyak, kelompok ini menunjuk CEO yang mereka jagokan. Bisa jadi Djoko Driyono atau bisa juga Harbiansyah. Jadi inilah sebenarnya tujuan akhir dari semua manuver yang dilakukan oleh kelompok ini, yaitu menjadi pengelola liga. Dengan menduduki kursi pengelola liga, mereka bisa leluasa menjalankan semua agenda jangka pendek dan jangka panjang yang mereka susun," imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan General Manager PSIS Semarang ini mengaku yakin bahwa niatan Kelompok 14 ini tidak akan bisa terwujud. Pasalnya, meski saham milik PSSI hanya berjumlah 1%, status saham tersebut adalah golden share, yang memiliki hak veto dan menentukan kepengurusan di PT yang mengelola liga.

"Selain itu, 99% saham untuk klub tersebut bersifat ex officio. Mereka bisa berubah setiap saat karena ada promosi degradasi. Saham ex officio hanya memiliki hak jika ada pembagian deviden, akan tetapi tidak memikul kewajiban apapun. Jadi bukan berarti setelah tercatat nama klubnya di RUPS lalu suara mayoritas memiliki kewenangan menentukan siapa yang duduk di kepengurusan PT. Tanpa persetujuan dari pemilik saham golden share, maka keputusan apapun tak bisa diambil," tandas Ari.

Imbang Lawan Persib, Elie Eboy Kecewa


Sukses mencuri poin di markas Persib Bandung, kapten Semen Padang Elie Eboy justru mengaku kecewa. Mengapa?

Persib Bandung gagal meraih poin maksimal saat menjamu Semen Padang di depan pendukungnya yang memadati Stadion Si Jalak Harupat dalam partai perdana Indonesian Premier League (IPL), Sabtu (10/15/2011) WIB.

Maung Bandung hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang. Persib bahkan tertingal terlebih dahulu melalui gol Mustofa Aji. Beruntung,Milijan Radovic menyelamatkan Persib dari kekalahan melalui golnya memanfaatkan sepakan penalti.

Dalam wawancara seusai pertandingan, Elie mengaku kecewa dengan banyaknya protes yang dilayangkan kubu Persib kepada wasit terkait kartu merah yang diterima pemainnya, zulkifli Syukur, akibat menyikut Vizcara.

"Seharusnya mereka dapat menerima keputusan tersebut, karena keputusan wasit itu mutlak, kenapa harus protes seperti itu," jelas Elli dalam pernyataan persnya.
"Semua pemain sudah siap untuk mengalahkan Persib. Hasil ini saya sangat puas karena kita bertanding lawan Persib yang dihuni banyak pemain tmnas," pungkasnya.

Andi Darussalam: Liga Tandingan Melanggar Aturan

Menggelar kompetisi tandingan bukanlah sebuah langkah yang elok di tengah iklim persepakbolaan nasional sekarang ini.



Para pemangku kepentingan sepak bola nasional, khususnya pemilik dan pembina klub, seyogyanya memahami bahwa kompetisi yang sah dan diakui adalah yang diselenggarakan oleh PSSI sebagai satu-satunya federasi sepak bola tanah air yang diakui oleh FIFA.


Kompetisi sepak bola yang bukan diselenggarakan oleh PSSI otomatis tidak akan diakui baik oleh AFC mau pun FIFA, sebab sangat jelas bertentangan dengan Statuta PSSI atau Statuta FIFA.


Pasal 70, 81 dan 85 dalam Statuta PSSI menjelaskan secara panjang-lebar tentang kompetisi-kompetisi PSSI, berikut aturan serta sanksi atas pelanggaran-pelanggarannya. Tiga pasal terkait kompetisi dalam Statuta PSSI tersebut berkonsiderasi dengan artikel 80 pada FIFA Statutes.


Sehubungan dengan itu, tentunya akan sangat disesalkan jika wacana untuk menggelar liga tandingan tetap digulirkan, mengingat apa pun yang bertentangan dengan Statuta PSSI adalah sebuah pelanggaran kedisiplinan yang serius. Dalam hal ini, klub-klub yang berkiprah di kompetisi tandingan ini bisa mendapat sanksi yang keras dari PSSI.


Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla secara tersurat sudah menyampaikan hal tersebut kepada seluruh klub peserta kompetisi Liga Super Indonesia (Indonesia Super League/ISL) mau pun kompetisi Divisi Utama 2010-2011.


Di samping mencoba menanggapi wacana liga tandingan tersebut secara bijak, Andi Darussalam Tabusalla secara terbuka juga mengajak para stake-holdersklub-klub peserta ISL mau pun Divisi Utama untuk lebih arif melihat persoalan.


Menurut Andi Darussalam Tabusalla, sebagai pengelola kompetisi ISL dan Divisi Utama PT Liga Indonesia senantiasa berupaya melakukan perbaikan atau penyempurnaan dalam setiap pelaksanaan kompetisi, termasuk melalui evaluasi dalam perjalanan kompetisi yang tengah berlangsung.


"Evaluasi itu biasa kami lakukan pada pertengahan kompetisi, atau di akhir putaran pertama, serta ketika kompetisi berakhir," tegas Andi Darussalam Tabusalla.


Andi Darussalam Tabusalla menegaskan, PT Liga Indonesia sangat terbuka untuk menerima saran, masukan atau pendapat yang sifatnya konstruktif dalam upaya membangun dan mengembangkan kompetisi sepak bola yang lebih menjanjikan dan profesional.


"Saya tegaskan, PT Liga Prima tidak pernah menutup pintu untuk menerima saran-saran perbaikan menuju kompetisi yang lebih profesional dan kita cita-citakan bersama, baik itu perbaikan dalam aspek teknis atau administrasi," ujar Salam, sapaan akrab Andi Darusalam Tabusalla.


Salam mengakui bahwa ia sudah mendengar adanya wacana untuk menggelar liga tandingan tersebut sejak beberapa waktu lalu. Dia juga sudah mengetahui tentang alternatif nama liga tandingan tersebut, termasuk liga primer yang paling mencuat.


Juga, rencana akan dideklarasikanya liga tandingan ini dalam beberapa hari di depan, serta sinyalemen sudah adanya investor dari kompetisi liga primer itu, yang kabarnya akan memberikan subsidi kepada klub-klub pesertanya.


Disinggung tentang kemungkinan adanya investor tersebut, Salam memberikan apresiasinya. Namun, dia kembali meminta kepada pihak-pihak terkait untuk berpikir realistis dan mentaati aturan yang ada.

PSSI Itu Cerdas, Bukan Plin-Plan


Hari Jumat 14 Oktober 2011, Telah terjadi suatu keberhasilan dan kegemilangan besar di sepakbola nasional. Hari ini, kita telah melihat bersama bahwa PSSI berhasil melibas orang-orang yang ingin menghancurkan sepakbola nasional dengan sikap cerdasnya. Dan hari ini pula kita bisa melihat awal yang baik bagi sepakbola Indonesia.

Sejenak kita flashback ke kejadian malam itu, Kamis (13/10). Di Hotel Ambhara Jakarta, KB bersama media-media lain meliput jalannya rapat CEO alias manager meeting klub-klub peserta IPL musim 2011-2012. Entah apa yang terjadi di sana, yang jelas sangat-sangat terlihat bahwa ada skenario rapi yang tersusun dalam pertemuan tersebut. Skenario untuk membuat kompetisi gagal digelar sehingga PSSI bakal disanksi FIFA.

Akibatnya pun jelas, ada KLB alias Kongres Luar Biasa PSSI. Dan puncak dari skenario ini adalah kepemimpinan Prof Djohar Arifin Husain – yang belum genap setahun memimpin – akan hilang dan kemungkinan besar digantikan oleh orang-orang eks rezim lama di balik bendera sang perusak sepakbola nasional, Aburizal Bakrie.

Bayangkan, ini jelas sebuah skenario yang rapi : 14 klub menyatakan mundur dari kompetisi IPL yang rencananya akan bergulir besok (15/10). 14 klub tersebut antara lain Sriwijaya, Persisam, Persiba Balikpapan, Bontang, Persipura, Persidafon, Persiwa, Mitra Kukar, Persela, Pelita, PSPS, Deltras, Arema versi Rendra Kresna, Persebaya versi WW, dan Semen Padang, yang semuanya dimotori oleh Harbiansyah dari Persisam Samarinda (namun kabar terbaru menyatakan bahwa Persipura dan Semen Padang akhirnya menarik diri dan menyatakan siap tampil di IPL karena takut akan ancaman FIFA, red).

Lawannya adalah 10 klub yang mendukung IPL harus digelar pada 15 Oktober. Ke-10 klub itu adalah Persebaya 1927, Persiraja, Persija versi Hadi Basalamah, Arema versi Sam Ikul, PSMS, PSM, Persema, Persibo, PSM, Persijap, dan Persiba Bantul.

Coba analisa, kita akan bisa mendapatkan satu kesimpulan gampangan, bahwa ke-14 klub tersebut akan bermuara ke sebuah skenario untuk menginginkan PSSI kembali jatuh ke trah Bakrie. Mulai dari Persebaya versi WW (di belakangnya ada La Nyalla, ADT, dan tentu saja Bakrie), Arema versi RK (di belakangnya ada ADT dan NDB), hingga Deltras, Pelita, Mitra Kukar, dan Persela (yang di dalamnya lagi-lagi ada Bakrie).

Yang sedikit membuat Kabar Bonek heran adalah seorang Wishnu Wardana. Orang yang selama ini berkoar-koar di media bersama La Nyalla Matalitti untuk ‘menyelamatkan’ Persebaya agar tetap dapat ikut dalam IPL musim ini, ternyata hanya sebuah bohong belaka. Toh pada akhirnya Persebaya versi WW tetap ada di kubu 14 – atau lebih tepatnya, kubu Bakrie – yang mengharap agar kompetisi tidak dijalankan. Bahkan, skenario yang rapi namun busuk ini pada intinya hanya bermuara (lagi-lagi) ke satu hal, yaitu pencitraan diri untuk proyeksi Pemilu 2014. (Sudah pernah KB bahas, baca catatan tentang Asyiknya Merusak Ala Bakrie, red.). Nah, satu lagi yang membuat KB heran adalah bagaimana bisa, Persebaya yang (katanya) telah merger, kok malah jadi dua lagi. Jika memang demikian, berarti proses merger itu hanyalah omong kosong lagi.

Mengapa Kabar Bonek menyebut ini adalah sebuah skenario rapi yang dapat digagalkan oleh PSSI? Sebenarnya jawabannya cukup simpel dan dapat diterima dengan akal sehat. Masih ingat PSSI cenderung mengubah-ubah format kompetisi yang tadinya dua wilayah, lalu menjadi 18 klub, dan akhirnya menjadi 24 klub seperti sekarang? Jika Anda masih ingat, maka itulah jawabannya.

Logikanya sederhana, PSSI sudah tahu skenario apa yang nantinya akan dibuat oleh Bakrie cs yang semakin tak legowo dengan kepemimpinan Prof Djohar Arifin. Sejak awal, PSSI telah mengetahui taktik gerilya Bakrie ke klub-klub anggota PSSI agar mengagalkan kompetisi sehingga secara tidak langsung akan menggoyang kursi Prof Djohar. Ini ditandai dengan mundurnya 14 klub dalam kompetisi IPL. PSSI cerdik. Itulah guna peserta kompetisi yang begitu banyak, salah satunya sebagai tindakan pencegahan kompetisi bubar gara-gara hal bodoh semacam ini.

Coba bayangkan lagi : Jika PSSI tetap menggelar liga dengan tidak memasukkan 6 klub tambahan – alias tetap dengan format ISL, yaitu 18 klub, maka jika 14 klub mengundurkan diri, praktis PSSI hanya memiliki 4 klub tersisa yang KB rasa mustahil untuk ikut dalam suatu kompetisi resmi yang diakui FIFA. Namun, ternyata lagi-lagi PSSI lebih cerdik dari mereka. PSSI membuat kompetisi yang diikuti 24 klub.

Jadi, jika toh nantinya 14 klub itu sungguh-sungguh ingin keluar dari rel-nya, maka kompetisi IPL masih mempunyai 10 klub, dan itupun masih direstui oleh FIFA untuk memutar kompetisi dengan hanya 10 klub. Bahkan, nantinya bisa saja klub-klub level II yang berkualitas bagus, namun tak lolos verifikasi seperti PSIS Semarang, Persik Kediri, Persis Solo, dapat mengikuti IPL untuk menggantikan 14 klub yang tak tahu malu.

Itulah mengapa para barisan Bakrie cs yang dimotori oleh La Nyalla Matalitti ngotot untuk tetap menggelar kompetisi dengan 18 klub dengan alasan statute PSSI. Dan yang terjadi jika itu dilakukan adalah kompetisi akan bubar karena bagaimanapun skenario mundurnya 14 klub itu telah terencana sejak jauh-jauh hari. Namun ternyata, kebaikan akan selalu lebih cerdik dari kejahatan.

Bahkan belakangan timbul opsi gertak sambal dari 14 klub tersebut yang mengancam akan menggelar liga tandingan (seperti LPI lalu) jika tidak digubris. Kalau menurut analisa KB, jelas itu akan sulit. Mengapa? Karena semua telah tahu, siapa dalang di balik 14 klub tersebut – yang jelas-jelas bertolak belakang dengan misi sepakbola. Yang kedua, unsure politis tak akan bisa dipisahkan dari 14 klub tersebut, dan KB juga yakin polisi tak akan member ijin untuk itu.

Kick-off IPL semakin dekat hanya dalam hitungan jam. Tentu saja mafia-mafia itu masih saja mencari celah untuk menghancurkan sepakbola nasional dengan berbagai cara, misalnya dualisme. Namun ada pertanyaan yang timbul di benak KB setelah KB menulis ini, berani tidak PSSI menghukum 14 klub tersebut, termasuk Persebaya WW, minimal ditendang untuk main di kasta kedua lah, atau dikeluarkan dari keanggotaan PSSI seperti jagoan kita kemarin : PSM, Persibo, Persema, dan Persebaya.

Kebaikan sudah mengantongi satu nilai kemenangan. Namun, tetap harus diperhatikan. Ternyata mereka (pasti) belum mau menyerah kalah. Ada kekuatan besar yang terus dan terus ingin menggerogoti sepakbola Indonesia dari dalam. Jika kita mengaitkan dengan kiprah salah satu partai dalam sistem politik Indonesia, akan terlihat suatu partai yang tak pernah menjadi oposisi, tapi akan selalu menggerogoti pemerintah dari dalam. Dan KB rasa semuanya akan tahu partai apa yang dimaksud.

Selamat datang IPL. Selamat datang harapan baru dan semangat baru.

Liga Tandingan Bakal Sulit Dapat Ijin


Kubu 10 mensinyalir adanya beberapa klub yang masih abu-abu menanggapi keputusan PSSI mengenai kompetisi Indonesia Primer League musim 2011/2012. Juru bicara kubu 10 yang juga sebagai CEO Persiraja Banda Aceh, Ari Wibowo mengungkapkan hanya terdapat enam klub yang menolak kompetisi.
"Kalau menurut saya hanya ada enam klub yang menolak kompetisi sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Nah tapi ada sekitar empat yang abu-abu. Keempat klub itu hanya melihat arah anginnya ke mana," terangnya di Hotel Ambara, Jumat (14/10/2011).
Pun jika itu benar adanya, ia memastikan kompetisi akan tetap berjalan sesuai yang telah direncanakan sejak awal, meski hanya dengan 10 klub.
"Kalau sesuai aturan AFC, cukup minimal sepuluh klub sudah sah menjadi liga profesional dan jumlah maksimal pertandingan 30," ungkapnya.
Akan tetapi, ia meyakini begitu kompetisi digelar, mereka (kubu 14) akan berpikir dua kali. "Pertama apa, kalau mereka menolak kompetisi yang resmi ini, berarti mereka berharap ada breakaway league. Mereka harus berpikir bahwa tidak semudah menggelar breakaway league seperti LPI kemarin. Kenapa? Kalau LPI mendapat dukungan pemerintah dan kepolisian karena kita ingin menumbangkan rezim yang dianggap tidak benar mengelola sepak bola. 

Tapi kalau liga ini, kalau menurut saya, digelar orang pasti tahu siapa orang dibelakangnya dan bila ditenggarai ada kepentingan politik maka pemerintah tak akan mendukung mereka," tegas Ari Wibowo.

Kickoff Indonesia Premier League Disiarkan RCTI


 Laga perdana Persib Bandung kontra Semen Padang pada pembukaan Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012, memang terancam batal digelar, namun PT Liga Prima Sportindo sudah memastikan bahwa laga akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta RCTIdan MNC Group.

Kickoff pertandingan yang akan digelar di Stadion si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, tersebut rencananya dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB.
Menyangkut hal tersebut, pihak tuan rumah Persib Bandung pun telah menerima surat resmi dari PT Liga Prima, Jumat (14/10/2011) siang.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persib Risha Adi Widjaya mengatakan, dalam surat tersebut PT Liga Prima juga menyatakan telah memutus kontrak dengan media sebelumnya ANTV.

"Pertandingan besok akan disiarkan langsung oleh RCTI, Kita sudah mendapat surat resminya dari PT Liga Prima. Dalam surat itu dijelaskan bahwa media partner Liga Prima adalah MNC Group, dan memutus kontrak dengan media partner sebelunmya," ujarnya Risha saat ditemui di Kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jalan Sulanjana Kota Bandung, Jumat(14/10/2011).

Sebelumnya, Panpel Persib sempat dibuat bingung, sebab hingga H-2 belum juga ada kejelasan mengenai pemegang hak siar pertandingan Liga Prima.
Dengan adanya surat resmi keputusan soal media partner itu, Risha mengaku lega sebab sekarang Penpel bisa memastikan untuk membuka pengaturan fasilitasi ruang bagi media partner.
Tetapi konflik hak siar ini tidak selesai sampai disini, kabarnya pihak ANTV akan menggugat PSSI jika sisa kontrak selama enam tahun mereka dihanguskan begitu saja tanpa pembicaraan apapun.
Sampai saat ini PSSI beralasan nominal yang disodorkan ANTV terlalu kecil sehingga akan dicari penawaran dengan jumlah tertinggi, tapi pemegang hak siar eksklusif itu mengungkapkan PSSI tidak mau melakukan pembicaraan dengan pihaknya.

Aremania Borneo Hina PON Kaltim

PON Kaltim mendapat perlakuan rasis Aremania Borneo di Stadion Kutai Timur, Sengata

Aksi tak simpatik kembali dilakukan suporter luar di Bumi Etam. Ya, dalam laga uji coba mempertemukan kesebelasan Persikutim Kutai Timur menghadapi tim sepakbola PON Kaltim di Stadion Madya Kutai Timur, Rabu (12/10) sore tadi. Perlakuan tak terpuji dialami PON Kaltim yang menerima perlakuan rasisme.

PON Kaltim mendapat perlakuan rasis Aremania Borneo di Stadion Kutai Timur, Sengata
Pemandangan memalukan tersebut dilakukan ratusan orang beratribut Aremania Borneo. Terlihat hampir sepanjang pertandingan mereka selalu menyanyikan lagu rasis terhadap anak-anak Kaltim di tribun timur stadion.

Ujicoba yang berakhir dengan keunggulan 2-1 untuk tuan rumah Persikutim itu, mendapat kecaman keras pemuda Kalimantan Timur. “Itu yang bertanding adalah tim kebanggaan masyarakat Kaltim, sifatnya juga ujicoba. Kenapa harus dihujat? Apalagi ini masih di areal Kaltim, apa maunya mereka,” terang Arief Rahman Hakim, tokoh pemuda Kaltim.

Nyanyian rasisme Aremania Borneo terhadap tim sepakbola PON Kaltim itu langsung direaksi keras Pemuda-Pemudi Kalimantan Timur.

“Kami jelas-jelas tidak terima harga diri kami diinjak-injak di tanah kelahiran kami. Karena kami masih menghargai hukum di Republik Indonesia, malam ini kami akan laporkan kepada pihak berwajib lengkap dengan bukti beberapa video dan foto penghinaan mereka,” tegasnya.

Sikap tegas ini dilakukan untuk membuat pelajaran kepada penduduk luar Kaltim yang semakin hari dinilai semakin melupakan asal-usul tempat mereka berpijak.

“Ini sudah melukai perasaan kami. Mereka itu pendatang, seharusnya mereka sadar. Cari makan di sini ya hormatilah penduduk asli. Tapi intinya kami percayakan dulu masalah ini kepada pihak berwajib, kalau tidak ada titik temu, kami siap menyelesaikan dengan hukum adat di Kalimantan,” tandasnya dengan nada tinggi.
Sementara itu, kabarnya beberapa suporter yang ada di Kaltim saat ini juga tengah melakukan pertemuan untuk membahas perlakuan rasisme Aremania Borneo kepada harga diri sepakbola Kalimantan Timur.

Ngeri deh kalo hukum adat Kaltim diberlakukan….

PSSI Berikan Hak Siar Pada MNC, ANTV Meradang

Munculnya nama MNC sebagai pemegang hak siar Indonesian Premier League, cukup disesalkan oleh pihak ANTV, melalui Wakil Direktur Sport ANTV, Reva Dedi Utama pihaknya menyatakan bahwa hak siar untuk liga Indonesia masih milik ANTV sesuai kontrak yang sudah ada.

"Sampai saat ini, hak siar masih milik kami. ANTV masih memegang hak siar Liga Indonesia, setidaknya hingga enam musim ke depan," tegas Reva.

Dia juga membantah bahwa ANTV sebagai pemegang hak siar tidak memberikan respon positif terhadap renegosiasi kontrak sebelumnya yang diminta PT Liga.

"Sejauh ini ANTV sudah tiga kali mengirim surat kepada PSSI tapi tak satu pun yang dibalas," kesalnya.

"ANTV, siap berunding tapi PSSI dengan sengaja terus menghindar dengan alasan tidak profesional, dan mengulur waktu, padahal ANTV akan menyambut positif apa saja permintaan PSSI," jelas Reva.

Dia mengatakan ketidakprofesionalan PSSI di antaranya adalah tidak bisa memberikan jadwal kompetisi yang akurat, sebagai parameter nilai kompetisi, dan landasan penawaran ANTV.

"Kami siap melakukan review kontrak untuk menyesuaikan harga. Tapi, kami tidak mau dianggap bidding. Bagi kami, kami lah pemegang hak siar, jadi, ini bukan bidding," katanya didampingi Manajer Sport ANTV Yusuf Ibrahim.

Sementara itu, Direktorat Media PSSI mengatakan ada penandatanganan MoU antara PT Liga Prima dan MNC, terkait hak siar untuk kompetisi level atas.

Keputusan memilih MNC semata pertimbangan bisnis, karena memberikan nilai kontrak yang jauh lebih besar dari sebelumnya untuk durasi kontrak satu musim. Tentunya akan dilakukan penawaran ulang pada masa akhir kerja sama.

Mudah Kejebolan, Wim Sorot Rapuhnya Lini Belakang

Meski gagal meraih kemenangan, pelatih timnas Indonesia Wim Rijsbergen mengaku cukup puas melihat mentalitas pemainnya, meski masih menyoroti lemahnya lini belakang.

Indonesia harus mengakui keunggulan Qatar 3-2 pada lanjutan kualifikasi pra-Piala Dunia 2014 di Jakarta (7/10/2011). Dua gol Cristian Gonzales dibabak pertama gagal membuat pasukan 'Garuda' mendulang angka pertamanya.

Meski kecewa dengan hasil ini, Wim Rijsbergen mengaku tetap menghargai permainan trenginas anak-anak Indonesia yang mampu menyamakan kedudukan meski sempat tertinggal dua kali.

"Tadi adalah pertandingan yang bagus untuk para penonton. Saya senang dengan penampilan anak-anak, tapi tidak pada lini belakang," papar Wim pada konfrensi pers usai laga.

"Saya lihat karakter tim Indonesia seharusnya bermain hari ini. Tapi lemahnya lini belakang membuat kita gagal meraih hasil positif," ujar Wim.

"Kami menunjukan mental bertanding yang luar biasa untuk comeback setelah tertinggal 1-0, lalu 2-0. Tetapi melawan tim kelas dunia seperti ini kita tidak bisa bermain dengan pertahanan seperti tadi," ucap pelatih asal Belanda itu.

"Pemain-pemain Qatar bisa memaksimalkan kecepatan dan ruang dilini belakang. Berkaca pada pengalaman saya sebagai bek tengah, kita tidak akan bisa memenangkan pertandingan dengan lini belakang yang rapuh," imbuhnya.

"Kesimpulannya, kami harus bekerja sangat keras untuk mengimbangi pertandingan-pertandingan seperti ini dan perlu juga untuk mempertebal mentalitas bertanding. Kami harus berkembang sebelum bermain tiga laga akhir," tegas Wim.

Dengan kekalahan ini semakin membenamkan harapan Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya. Merah Putih tetap menghuni dasar klasemen Grup E tanpa mengemas satu poin pun.

Dibungkam Qatar, Jalan Indonesia Kian Terjal

Harapan timnas senior Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia kian berat. Timnas kembali menelan kekalahan melawan Qatar dengan skor 2-3.

Timnas Indonesia menjamu Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam pertandingan lanjutan Grup E kualifikasi Piala Dunia zona Asia, Selasa (11/10/2011) malam WIB.

Pelatih timnas Indonesia Wim Rijsbergen menggunakan formasi 4-3-3 di pertandingan ini. Trio Muhammad Ridwan, Cristian Gonzales, dan Bambang Pamungkas menjadi andalan di lini depan. Sementara, trio Firman Utina, Muhammad Ilham dan Hamka Hamzah bahu membahu menlepaskan umpan-umpan matang dari tengah ke lini depan.

Sementara, Qatar menggunakan formasi 4-5-1 di partai ini. Bomber Muhammed Razarak menjadi ujug tombak solo di depan, dibantu lima gelandang enerjik Wesam Rizik, Khalfan Ibrahim, Marcone Amaral, Mohammed Omar, Abdulaziz Al Sulaiti, dan Mohamed El Sayed.

Timnas tampil sedikit grogi di awal pertandingan dan kesulitan menemukan ritme terbaik mereka. Hal itu dimanfaatkan Qatar untuk terus memberikan tekanan bertubi-tubi ke jantung pertahanan ‘Merah Putih’
Baru beberapa detik pertandingan bergulir, sebuah kesalahan komnunikasi di lini belakang Indonesia nyaris berbuah gol bagi Qatar. Beruntung, M Roby masih dengan sigap mengamankan gawang Indonesia.

Pasukan 'Merah Putih' baru bisa keluar dari tekanan Qatar selepas menit ke-12. Bambang Pamungkas dkk berusaha mengobrak-abrik lini pertahanan Qatar melalui permainann umpan jauh langsung ke sisi sayap.
Gawang Indonesia bobol terlebih dahulu di menit ke-13. Abdulazis Al Sulaiti sukses membobol gawang Indonesia yang dikawal kipper Ferry Rotinsulu.

Gol berawal dari solo run gelandang tengah Qatar mulai dari pertahanan Qatar sendiri. Bola kemudian diteruskan dengan umpan terobosan ke sayap kiri yang disambut Sulaiti. Gelandang bernomor punggung 17 itu melepaskan tendangan dari sisi kanan gawang Indonesia dan sukses mencetak gol. 0-1 untuk Qatar.

Gol itu tak membuat Timnas patah arang, mereka terus berusaha menyamakan kedudukan melalui determinasi tinggi. Hasilnya, Cristian Gonzales sukses menyamakan kedudukan di menit ke-26.

Berawal dari sebuah skema serangan balik cepat, Bambang Pamungkas melepaskan tendanga keras dari luar kotak penalti. Bola masih mampu dihalau oleh penjaga gawang Qatar Baba Malick. Namun, Gonzales yang berdiri bebas di depan gawang berhasil mencocor bola rebound masuk ke dalam gawang.

Qatar kembali unggul melalui gol cantik Kalfan Ibrahim. Dengan tenang, Ibrahim yang melihat penjaga gawang Fery Rotinsulu berdiri jauh dari gawangnya, menchip bola dan bersarang mulus di pojok kanan gawang Indonesia. Qatar kembali memimpin 2-1.

Namun, gol itu segera dibalas Cristian Gonzales. berawal dari kemelut di depan gawang Qatar, Supardi melepaskan umpan silang yang langsung disambut sontekan Gonzales. Kedudukan berubah imbang 2-2. Babak pertama pun berakhir imbang 2-2.

Sukses menahan imbang Qatar 2-2 di babak pertama memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Indonesia di awal babak kedua. Para punggawa ‘Merah Putih’ mendominasi jalannya pertandingan di awal babak kedua.

Sebuah peluang emas dimiliki Gonzales di menit ke-49. Berhasil lolos dari jebakan offside, Gonzales kemudian melepas tembakan keras yang masih mampu ditepis kiper Qatar Baba Malick.

Catatan penting di tubuh timnas, Purwaka Hadi yang menempati posisi gelandang bertahan, bertukar tempat dengan Hamka Hamzah, tampil cukup baik dalam membangun serangan.

Asyik menyerang, Indonesia dikejutkan melalui gol Qatar memanfaatkan serangan balik. Muhammed Razarak berhasil lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, dia melakukan solo run dari tengah lapangan dan menaklukkan Ferry Rotinsulu. Qatar kembali memimpin 3-2.

Gol itu meruntuhkan mental bertanding Indonesia. Kesalahan passing kerap terjadi dan koordinasi antarlini juga kurang terjalin dengan baik.

Pelatih timnas Wim Rijsbergen berusaha keras menampilkan skema menyerang di pengunjung pertandingan, termasuk menggantikan Hamka Hamzah dengan Yongki Ariwibowo. Namun, hingga peluit pertandingan ditiupkan keunggulan Qatar tetap bertahan.

Hasil ini semakin membenamkan harapan Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya. Merah Putih tetap menghuni dasar klasemen Grup E tanpa satu pun mengemas poin.

Susunan pemain:
 
Indonesia:
Ferry Rotinsulu; Zulkifli Syukur, Purwoko Hadi (Ahmad Bustomi, 75'), Muhamad Roby, Hamka Hamzah (Yongki Aribowo, 87'); Supardi, Firman Utina (Hariono, 80'), M Ilham, M Ridwan; Christian Gonzales, Bambang Pamungkas (c)

Qatar:Baba Nalick; Ibrahim Majed, Mohamed Musa (Mesaad Ali, 82'), Bilal Mohamed (c); Wesam Rizik, Khalfan Ibrahim, Marcone Amaral, Mohammed Omar, Abdulaziz Al Sulaiti (Hassan Al Haidos, 73'), Mohammed El Sayed; Mohammed Razarak (Sebastin Soria, 84')

Greg: Saya Akan Beri Yang Terbaik Bagi Timnas Indonesia

Sejak tujuh tahun yang lalu, Greg Nwokolo malang melintang di jagat persepakbolaan Indonesia. Sejak itu pula hidup pemain yang terakhir tercatat memperkuat skuad Persija Jakarta itu berubah drastis.

Sejumlah klub pun pernah dijajalnya, tercatat terakhir ia membela tim macan Kemayoran Persija Jakarta, dan diisukan telah dipinang oleh klub baru.

Greg mengaku sudah nyaman berada di Indonesia, bahkan ia juga mengakui seluruh kehidupan sosialnya berada di negeri ini, dan ia pun sangat mencintai Indonesia.

"Lalu saya berpikir kenapa tidak sekalian saya menjadi warga negara Indonesia," katanya dalam bahasa Indonesia yang fasih.

Hari ini, Senin (10/10/2011), Greg bersama empat orang lainnya, yakni Victor Chukwuekenzie Igbonefo, Jhonny Rudolf Van Beu Kering-pelita Jaya, Tonnie harry Cousel dan Stefano Janite lilipaly mengambil sumpahnya sebagai warga negara Indonesia.

Dalam prosesi pengambilan sumpah itu, ia juga diharuskan bernyanyi lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri. Ia dan sejumlah pemain lainnya menandatangani berita acara pengambilan sumpah.

Saat ditanya apakah keluarganya di Nigeria setuju ia mengganti kewarganegaraan, Greg mengaku hal itu sama sekali tidak masalah. "Keluarga semua setuju, tidak ada masalah," tuturnya.

Greg mengaku bahwa ia berharap dapat bergabung dengan Timnas, ia juga mengatakan dengan resminya ia sebagai warga negara Indonesia, ia pun berharap kesempatannya bergabung sebagai timnas semakin terbentang.

"Semua pemain ingin bergabung di timnasionalnya masing-masing, mungkin di negara asal saya (Nigeria) saya tidak memiliki kesempatan, tapi di sini saya memiliki kesempatan," tambahnya.

Greg mengatakan bahwa Timnas Indonesia masih dalam keadaan bagus, walaupun belakangan kerap dipecundangi lawan. Di Indonesia pun masih terdapat sejumlah pemain dengan talenta bagus.

"Jadi tinggal tunggu waktu saja untuk Indonesia mendapatkan hasil yang bagus," tutur Greg.

Pria kulit hitam itu mengatakan bahwa jika ternyata dirinya tidak lolos seleksi, maka ia siap menerima hal tersebut. Namun ia berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia, ia akan tampil "all out," jika ia diminta untuk ikut seleksi.

"Saya tidak bisa berjanji memberikan perubahan jika saya bergabung (di Timnas), tapi akan saya berikan yang terbaik," tandasnya.

Timnas vs Qatar Tak Diminati Penonton

Dari pengamatan INILAH.COM, tidak terjadi antrian panjang di loket penjualan laga Indonesia kontra Qatar. Tiket terjual pun masih minim.

Panitia menyediakan tiket sebanyak 65 lembar tiket. Untuk kategori pre-sale, tiket sudah bisa dibeli mulai kemarin dan hari ini. Sedangkan tiket yang dijual langsung di venue akan dijual di hari H. Tiket yang disediakan untuk pre-sale adalah 35 ribu sedangkan 30 ribu tiket lagi untuk pembelian di hari H.

Dari keterangan yang didapat dari penjual tiket, jumlah tiket yang terjual untuk hari ini belum bisa dipastikan sedangkan untuk penjualan tiket kemarin sudah terjual kurang lebih baru tiga ribu lembar.

"Untuk penjualan hari ini belum diketahui jumlahnya karena penjualan masih berlangsung, tapi untuk jumlah penjualan kemarin sudah terjual sekitar tiga ribu tiket untuk semua kategori," ujar salah satu penjual tiket.

"Dari dua hari kemarin tidak ada antrian yang panjang, semuanya normal-normal saja. Untuk penjualan hari ini juga tidak ada antrian panjang."

Sebelumnya diberitakan bahwa pendukung Persija Jakarta, The Jak akan melakukan boikot dan tidak datang ke stadion. Namun, pihak panpel belum mendengar berita tersebut. Jika benar The Jak melakukan boikot, tentu akan mempengaruhi jumlah penjualan tiket. Pemboikotan ini bukan dilakukan kepada timnas, tapi bentuk kekecewaan mereka kepada PSSI.
Pemandangan kali ini kontras dengan beberapa laga sebelumnya. Saat melawan Bahrain 6 September lalu, antrian terlihat mengular sejak pre-sale mulai dibuka dan membludak saat Hari-H pertandingan.[yob]
Berikut daftar harga tiket sesuai kategori:

VVIP Rp Rp. 500.000 400 lembar
VIP Barat Rp. 250.000 4.000 lembar
VIP Timur Rp. 150.000 3.800 lembar
Kategori I Rp. 100.000 16.000 lembar
Kategori II Rp. 75.000 15.800 lembar
Kategori III Rp. 50.000 25.000 lembar

Hengkang dari Persipura, Viktor Igbonefo Ingin Suasana Baru

Hengkangnya pemain belakang Persipura, Viktor Ikbonefo, membuat fans dan pendukung Persipura bertanya-tanya, kenapa pemain yang baru memperoleh status WNI itu meninggalkan tim Mutiara Hitam. Mereka juga bertanya, kemana pemain keturunan Nigeria itu akan berlabuh.


Menjawab hal itu, Viktor Igbonefo mengatakan bahwa sebagai pemain asing ia bangga ikut memberikan gelar yang ketiga kalinya untuk Persipura di musim 2010/2011 lalu. “Kini saatnya saya mencari suasana baru. Walau demikian, di manapun nantinya saya bermain, Persipura adalah segalanya dan tetap akan ada di hati selamanya” ungkap Igbonefo seperti dikutip dari persipuramania.com.

Mengenai di klub mana nantinya ia bermain, Viktor Igbonefo enggan mengatakan secara detail. Viktor hanya memberikan isyarat bahwa sudah ada beberapa klub di Indonesia yang melakukan pembicaraan langsung dengan dirinya.

“Namun hingga saat ini saya belum memastikan di klub mana nantinya saya bermain, entah itu klub di luar Papua atau di Papua, saya belum pastikan. Yang jelas saya akan tetap bermain dan memperkuat klub di Indonesia,” ungkapnya.

Viktor menyatakan, keputusannya meninggalkan Persipura bukan karena memiliki masalah dengan manajemen Persipura atau rekan-rekannya di satu tim. “Saya menyampaikan maaf kepada seluruh masyarakat di Papua dan pecinta Persipura atas keputusan ini. Sekali lagi saya mengambil keputusan ini hanya ingin mencari suasana baru,” pungkasnya

Hamka : Saya Sudah 95 Persen Siap Tampil Lawan Qatar

Pemain bertahan timnas Indonesia, Hamka Hamzah mengaku hanya mengalami cedera ringan. Hamka pun mengaku siap main dalam pertandingan lanjutan grup E Pra Piala Dunia 2014 zona Asia melawan Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (11/10). 

"Saya hanya cidera ringan. Dua hari di Jakarta, saya lakukan terapi. Mungkin hanya otot kaku karena kita latihan dua hari dan langsung lawan Arab Saudi. Saya sudah 95 persen siap tampil lawan Qatar," kata Hamka.

Eks pemain Persipura ini, mengalami cedera ringan saat tampil dalam pertandingan uji coba kontra Arab Saudi di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (7/10) lalu. Namun, Pria kelahiran Makassar, 29 Januari 1984 ini langsung digantikan Hariono pada pertengahan pada babak kedua.

Padahal, pemain yang musim ini resmi berkustom Mitra Kukar tampil cukup impresif menempati posisi barunya sebagai gelandang bertahan.

Hamka mampu mengimbangi pemain lawan yang berpostur tinggi dan menghambat laju serangan lawan sebelum masuk ke barisan pertahanan tim Indonesia.

Pria berpostur tinggi 183 Cm ini juga mengaku hasil pertandingan melawan Arab bisa mendongkrak motivasi tim saat menghadapi Qatar.

Sementara Hamka pulih, I Made Wirawan dan Yongky Aribowo diragukan tampil karena mengalami cedera.

Indonesia sendiri berada di dasar klasemen setelah menelan dua kekalahan saat melawan Iran (0-3) dan Bahrain (0-2). Oleh karena itu, kemenangan atas Qatar mutlak diraih demi membangkitkan peluang bagi Indonesia untuk lolos.

Pasoepati Punya Cabang di Jepang

Suporter klub Persis Solo, Pasoepati, membentuk perwakilan suporter di Negeri Sakura. Peluncuran Pasoepati Jepang dilakukan pada Ahad, 9 Oktober 2011, di Hiroshima.

Untuk itu, anggota Pasoepati yang ada di Solo membikin acara serupa untuk mendukung peluncuran Pasoepati Jepang. "Kami membuat acara Pasoepati from Solo with love," ujar koordinator acara, Satrio Wibowo, Minggu, 9 Oktober 2011.

Dalam acara di atas, Pasoepati Solo menggelar tanda tangan massal sebagai bentuk dukungan berdirinya Pasoepati Jepang. Sebuah kain putih berukuran 3x6 meter dibentangkan untuk membubuhkan tanda tangan.

Melalui milis, dia mengetahui bahwa Pasoepati Jepang diluncurkan hari ini. Menurutnya, munculnya Pasoepati Jepang atas usulan para pelajar dan pekerja asal Solo yang ada di Jepang. "Mereka yang ingin membentuk Pasoepati cabang Jepang," katanya.

Saat ini, lanjut Satrio, sudah ada 150 anggota Pasoepati Jepang. Setelah Jepang, rencananya Pasoepati juga akan didirikan di Malaysia. "Tapi belum tahu kapan diresmikan," ujar dia.

Satrio mendukung pendirian Pasoepati hingga ke luar negeri. Sebab hal itu akan membuat sepak bola Indonesia, khususnya klub Persis Solo, semakin mendunia.

Bagi mereka yang ada di luar negeri, bergabung dalam kelompok Pasoepati tak sekadar mendukung tim kesayangan. Tapi juga sebagai ajang silaturahim dan tukar pikiran.

Rapat Kerja APPI Hasilkan Beberapa Keputusan

Komite Eksekutif Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia baru saja usai menggelar rapat kerja. Rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan.

APPI mengelar rapat kerja siang tadi, (8/10) di Hotel Century Senayan, Jakarta. Rapat tersebut menghasilkan membahas beberapa hal terkait kepengurusan dan menyimpulkan misi dan misi APPI. Mereka menggelar jumpa pers untuk mengemukakan hasil dari rapat kerja tersebut.

Jumpa pers dihadiri oleh Presiden APPI, Ponaryo Astaman, Wakil Presiden APPI, Bambang Pamungkas, CEO definitif APPI, Valentino Simanjuntak serta dihadiri oleh beberapa anggota Komite Eksekutif APPI seperti Greg Nwokolo, Ahmad Bustomi, Firman Utina dan Robby Gaspar. Dua anggota Komite Eksekutif APPI yang yang berhalangan hadir adalah Kurniawan Dwi Julianto dan Riccardo Salampessy.

"APPI bukanlah anggota PSSI. Kami hanya bermitra dengan mereka. Keberadaan kita untuk membela kepentingan pemain yang sering dirugikan oleh pihak klub. Kami berjuang untuk kepentingan pemain profesional lokal dan asing," kata Ponaryo Astaman selaku Presiden APPI (8/10) di Hotel Century Senayan, Jakarta.

"Kami meyadari banyak pemain sepakbola Indonesia yang kurang mendapat perlindungan. Kami hadir untuk memberikan perlindungan kepada mereka. Namun, salah satu kendalanya adalah banyak pemain yang menyimpan masalahnya sendiri dan lebih memilih berbicara kepada media."

Inilah hasil rapat kerja APPI hari ini (8/10):

1. Menunjuk CEO definitif, yakni Valentino Simanjuntak.
2. Membuka keanggotaan bagi seluruh pesepakbola profesional Indonesia dengan biaya keanggotaan Rp. 500 ribu selama satu tahun untuk divisi teratas Liga Indonesia dan Rp. 300 ribu untuk anggota divisi bawah.
3. Membenahi dan melengkapi legalitas APPI.
4. Memberikan perlindungan hukum bagi seluruh anggota APPI terkait masalah hukum yang terjadi dalam kapasitasnya sebagai pesepakbola profesional sejak tahap pendampingan negosiasi kontrak, sepanjang kontrak tersebut berlaku dan berakhirnya masa kontrak tersebut. Kasus yang sedang ditangani APPI saat ini adalah Gaston Castano vs PSMS Medan dan Obiora vs PSM Makassar.
5. Memberikan edukasi berupa pelatihan kepada seluruh anggota tentang hak dan kewajiban pemain dalam kontrak kerja, pengelolaan finansial dan gerakan anti dopin yang diselenggarakan secara bertahap ke seluruh provinsi.
6. Mengadakan kegiatan sosial untuk masyarakat khususnya anak-anak sekaligus menjalin solidaritas antar anggota sendiri.
7.Melakukan sosialisme tentang APPU dengan strategi marketing yang tepat. Saat ini APPI memiliki akun twitter @APPI_Info dan sedang dalam proses membuat website.
8. Bermitra dengan PSSI untuk menyelesaikan sengketa pemain dengan klub dan tim nasional dan bukan menjadi anggota PSSI.

Terkait Kontrak dengan Klub, Bepe Berikan Tips

Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia baru saja menggelar rapat kerja. Dalam kesempatan itu, Bambang Pamungkas membagikan tips kepada para pemain Indonesia.

Rapat kerja APPI digelar siang tadi d Hotel Century Senayan, Jakarta. Mereka mengumumkan hasil rapat kerja tersebut di hadapan sejumlah wartawan. Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden APPI, Bambang Pamungkas. Kapten timnas tersebut membagikan tips kepada para pemain sepakbola Indonesia terkait masalah kontrak.

"Banyak pemain yang mengalami masalah dengan klub terkait masalah kontrak. Para pemain harus lebih jeli dengan kontrak yang disodorkan oleh klub. Mereka harus membacanya dengan seksama," ujar Bambang di Hotel Century (9/10).

"Jika pemain sudah menandatangani kontrak di atas materai, secara hukum mereka kalah. Kita sebagai APPI pun tidak bisa berbuat banyak untuk membantu karena badan hukumnya kuat. Klub memiliki bukti kontrak yang sudah ditandatangani oleh pemain yang bersangkutan."

Bambang pun memberikan tips kepada para pemain sepakbola profesional Indonesia sebelum mereka menandatangani kontrak dengan klub. Menurutnya para pemain sepakbola Indonesia bisa mengikuti tips darinya.

"Ada baiknya pemain membaca kontrak dengan teliti. Jangan asal baca dan tandatangan. Alangkah baiknya surat kontrak itu dibawa pulang dan dipelajari dirumah selama 1-2 hari. Kontrak harus dipelajari dengan detail agar tidak menyesal di kemudian hari. Jika sudah teken kontrak, itu berarti sudah terikat dengan hukum," sambung pemain yang mengaku belum memiliki klub itu.

Sebelum menutup acara jumpa pers siang tadi, Bambang menambahkan dengan sebuah kalimat pendek. "Kalau bisa, saat menandatangani kontrak menggunakan pulpen tinta biru agar tidak mudah ditiru," tukasnya seraya meninggalkan ruangan jumpa pers.

Daftar Pemain yang Sudah Gabung dengan APPI

Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia memiliki keinginan untuk melindungi para pemain profesional di Indonesia. Anggota mereka sudah ada 24 orang.

APPI tidak hanya melindungi pemain-pemain lokal tp juga para pemain asing. Namun, karena APPI belum lama terbentuk, mereka belum memiliiki banyak anggota. Tapi, APPI mengaku senang dengan anggota yang ada meski jumlahnya masih minum.

Hal itu dikemukakan oleh CEO APPI, Valentino Simanjuntak dalam jumpa pers yang digelar siang tadi di Hotel Century Senayan, Jakarta.

"Kami lebih senang dengan anggota yang ada saat ini daripada memiliki 300 anggota tapi tidak mampu memberikan perlindungan kepada anggota APPI. Kami mementingkan kualitas ketimbang kuantitas," ujar Valentino (9/10) di Hotel Century.

"Semua pemain timnas sudah bergabung menjadi anggota APPI. Kami berharap para pemain tersebut menjadi pioneer untuk para pemain lainnya. APPI ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemain sepakbola profesional Indonesia."

Berikut adalah nama-nama pemain yang sudah bergabung dengan APPI:

1. Markus Harison
2. Feri Rotin Sulu
3. I Made Wirawan
4. Mohammad Nasuha
5. Zulkifli Syukur
6. Beny Wahyudi
7. Muhamad Roby
8. Hamka Hamsah
9. Supardi
10.Purwaka Yudi Pratomo
11.Wahyu Wijiastanto
12.Tony Sucipto
13.Hariono
14.Firman Utina
15.Ahmad Bustomi
16.Muhammad Ridwan
17.Muhammad Ilham
18.Cristian Gerard Alfaro Gonzales
19.Bambang Pamungkas
20.Yongky Aribowo
21.Irfan Haarys Bachdim
22.Zulham Malik Zamrun
23.Ferdinand Alfred Sinaga
24.Samsul Arif Munip

Selain ke-24 pemain tersebut, ada tiga nama pemain asing yang juga akan bergabung dengan APPI, mereka adalah Gaston, Obiora dan Abanda.