Sialan PSSI baru ini! Anak-anak ingusan kemaren sore yang nggak ngerti apa-apa tentang sepakbola berani-beraninya ngelawan para sesepuh yang puluhan tahun berdarah-darah ngurus sepakbola. Tau apa mereka tentang kompetisi, eh sekarang mau merusak periuk nasi kami.
Lagaknya aja mau bikin liga profesional. Keminter! Kami nggak butuh sponsor gede. Cola-cola preeetttt! Kami nggak butuh hak siar tv gede, toh duitnya juga nggak pernah nyampe ke kami. Yang penting itu kalo tahun ini duit habis dan ada hutang, tahun depan APBD cair lagi. Beres! Ngapain repot-repot bikin PT? Ngapain lembur-lembur bikin proposal nyari investor? Ngitung komposisi saham lah…
Bikin plan marketing untuk jualan merchandise dan tiketlah…Sudahlah….biarin aja tuh suporter-suporter bodoh itu dapet tontonan gratis. Yang penting mereka senang bisa lihat bola, lihat bintang-bintangnya berlaga, bisa menang di kandang. Yang pasti itu akan bikin mereka milih pak ketua umum dalam pilkada nanti. Kalo pak ketua umum jadi….pengurus lain kan bisa dapet bagian jabatan. Lagi-lagi everybody happy. Huahahahahaha….
Apa itu profesional! Verifikasi AFC? Tai kucing!
Mereka nggak tau sih enaknya jadi pengurus klub. Ah, nikmat memang nggak ketulungan APBD itu…bebas pake dan nggak perlu dilaporkan. Sesuka hati dan bisa buat foya-foya. Semua pengurus bisa kebagian, tahu sama tahu, everybody happy. Belum lagi ditambah hasil malak kontrak pemain dan pelatih. Apalagi kalo ditambah transferan bandar. Hai.hai..bisa buat beliin bini muda mobil baru.
Belum lagi hasil nilep gaji pemain selama berbulan-bulan. Gak perlu kuatir gimana bayarnya. Toh nanti akan ada investor baru yang membayar hutangnya, atau kalau beruntung jatah APBD tahun ini akan ditambah. Paling apes pemain bakal nrima gajinya kalau APBD tahun depan cair. Yang kelaparan kan pemain..bukan pengurus. EGP!
Urusan dosa mah urusan kami sama tuhan. PSSI gak perlu Ikut campur! Kalau sialpun paling urusannya sama KPK. PSSI sekali lagi nggak usah cari perkara!
Apa itu akuntabilitas? Apa itu audit? Istilah bangsat bikinan yahudi yang bikin kami nggak bisa berpesta lagi!
Ah, baru setengah tahun kami sudah rindu NH! Kangen makelar-makelarnya yang bisa diajak main mata. Dari offside, kartu kuning sampai penalti. Dari hasil pertandingan sampai posisi di klasemen. Zaman segala sesuatu bisa diatur itu memang bikin hidup jadi mudah. Kami juga kangen bos besar nih. Yang suka bocorin harus pasang dimana kalau timnas main. Kalo tebakan benar kan lumayan beli segenggam berlian buat istri pertama biar nggak protes karena sering ditinggal. Kami kangen sekangen-kangennya, pasti rasanya luar biasa bisa menipu AFC dan FIFA lagi.
Membodohi para bule itu memang bikin nasionalisme kita memuncak. Bangga jadi orang Indonesia!
Pokoknya PSSI ini harus dihadang! Djohar harus dilengserkan! Para perampok rejeki orang itu harus dilucuti kekuasaannya. Media sudah dikuasai, suporter bisa dibungkam dengan saham dan cipratan dikit. Liga tandingan sudah disiapkan. Pemain timnas dan naturalisasi sudah diamankan. Yang penting kami kembali berkuasa. Bebas memakan uang rakyat lagi. Peduli apa sekolah roboh. Peduli apa bayi kurang gizi.
Kalaupun susah melengserkan, minimal kami dapet uang tutup mulut dari bos botak. Tapi kalau bos botak susah ditipu, kami akan membulatkan tekad untuk KLB, apapun resikonya. Mengikuti PSSI dan liga profesional cuma akan bikin kami kelaparan. Kalau mereka bisa berkuasa, kamipun bisa. Kalau kami tidak bisa berkuasa, mereka juga harus tidak berkuasa. TIJITIBEH! Mati satu mati semua!
Bismituta……Atas nama statuta yang bisa dipelintir dan ditafsirkan sesuka kami, kami akan merebut kembali periuk nasi kami. Demi perut kami. Demi syahwat kekuasaan kami. Garuda di dadaku, tapi perut harus penuh. PEDULI SETAN SEPAKBOLA NASIONAL!
Note: Tulisan ini jangan di copy paste dan disebarkan, bisa pinter suporter-suporter itu nanti! Awas kalo ada yang berani! Kami tuntut karena itu melanggar Statuta dan amanah Kongres Bali!



















