Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label FIFA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIFA. Tampilkan semua postingan

Lewat Twitter, Blatter Tepis Rumor Politik

Rupanya Twitter tak hanya digunakan untuk memperbanyak teman saja, namun Presiden FIFA Sepp Blatter menggunakannya untu menepis rumor politik.

Setahun sudah lamanya Blatter memanfaatkan situs jejaring sosial Twitter untuk mensosialisasikan hasil rapat dan pertandingan sepakbola yang dihadirinya.

Selain itu, sang Presiden asal Swiss itu kini juga menggunakan Twitter sebagai media untuk menepis rumor politik yang menerpanya.

Baltter merasa perlu meluruskan kabar yang menyebutkan bahwa dirinya akan menyerahkan tampuk pimpinan FIFA kepada Presiden UEFA, Michael Platini. Seorang sumber melontarkan rumor ini, Rabu lalu jelang pertemuan dengan anggota UEFA di Siprus pekan depan.

"Mengenai kesepakatan yang dilaporkan antara saya dan Michel Platini untuk Kepresidenan FIFA adalah omong kosong murni," tulisnya.

"Saran yang menyebutkan bahwa saya akan melepaskan jabatan saya sebelum masa kerja 4 tahun saya berakhir adalah sebuah omong kosong," tambahnya.

Sebagaimana dilansir yahoo.com, Blatter mulai menggunakan twitter sejak Piala Dunia Afrika Selatan, 2010 lalu. Blatter menggunakan situs mikroblog itu sebagai sarana untuk mengkampanyekan Vuvuzela agar menjadi cerita yang mendunia.

Petasan Itu Budaya, Bisakah Dilobi ke FIFA?

Tepat usai Indonesia Raya berkumandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat tim nasional Indonesia melawan Bahrain Selasa (06/9) lalu. Tampak seorang pria tergopoh-gopoh berlari dari bangku ofisial pertandingan berlari ke pinggir lapangan. Seiring dengan toss wasit dan kedua kapten tim, pria itu merogoh kamera pocket dari balik saku jasnya. Bukan wasit atau kedua kapten tim yang ia ambil gambarnya, tapi ia arahkan kamera ke atas. Ia gerakkan kiri kanan, mencoba mengabadikan sesuatu. Tak lain adalah, kembang api.

Entah siapa nama pria berperawakan bule itu. Yang pasti, terlihat dari ID card yang tergantung di lehernya, ia adalah salah satu Match Comissioner FIFA World Cup Brasil 2014. Gambar yang ia abadikan itu kini menjadi bukti. Sebagian kecil dari beberapa bukti untuk penguat sanksi yang siap dijatuhkan FIFA ke Indonesia.

Insiden kembang api dan petasan yang membuat pertandingan Indonesia melawan Bahrain lalu itu terhenti, sebenarnya bisa dicegah. Jika saja PSSI sedikit tanggap dan berkonsentrasi dengan hal ini. Sebab, ancaman terhadap sanksi karena petasan sudah dibunyikan oleh AFC atau FIFA. PSSI selaku panpel mengaku akan merazia ekstra ketat hal ini. Namun, buktinya? Petasan masih berbunyi dengan riuhnya di Senayan.

Petasan boleh jadi adalah budaya di Indonesia. Apalagi pertandingan kemarin masih dalam suasana lebaran. Kenapa PSSI tidak mencermati hal ini?

Bertahun-tahun Polisi dan aparat penegak hukum lainnya merazia petasan menjelang lebaran. Seolah itu sudah menjadi agenda tahunan mereka. Hasilnya? Masih saja terdengar bunyi petasan di malam takbiran hingga beberapa hari usai lebaran. Kalau PSSI menyadari betapa susahnya merazia petasan kenapa mereka tidak mengambil cara lain?

Berkaca dari dua edisi Piala Dunia, FIFA selalu bisa mengalah dengan budaya negara anggotanya. Di Jerman 2006, mereka mengalah dengan memperbolehkan bir masuk stadion. Meski sempat melarang, namun mereka akhirnya memperbolehkannya usai pagelaran Piala Dunia. Sebab, bir sudah menjadi minuman yang tak bisa dipisahkan dari budaya Jerman.

Yang masih gress, Vuvuzela di Afrika Selatan. Walau kebanyakan pemain, pelatih meminta terompet dengan 127 desibel itu dilarang masuk stadion karena bisingnya mengganggu instruksi mereka, FIFA tak bisa berbuat banyak. Vuvuzela sudah melekat dengan Bafana Bafana dan tak ada larangan yang keluar selama Piala Dunia berlangsung.

Menarik disimak komentar pelatih Peter Taylor saat konferensi pers usai pertandingan saat ditanya tentang insiden petasan. Selain mengaku, kalau dirinya menarik anak buahnya ke ruang ganti untuk memenehi peraturan Match Commissioner FIFA, bukan karena takut petasan nyasar. Ia juga mengaku simpati dengan aksi suporter Indonesia dengan kembang api dan petasan tersebut. "Tak pernah saya saksikan suporter semeriah ini. Itu bagus untuk sebuah pertandingan sepak bola," kata pelatih asal Inggris ini.

Seandainya PSSI mau melobi, mungkin kini Indonesia tak kan gusar menanti sanksi. Atau bahkan bisa saja petasan atau kembang api diperbolehkan masuk stadion. Mungkin, dengan beberapa catatan untuk standar keamanan dan keselamatan. Itu kalau PSSI mau, tahu, dan bersedia menyampaikan keinginan suporter Indonesia itu. Atau mereka tak mau tahu? Ah asal jangan beralasan mereka masih pengurus baru dan tak tahu menahu.

Format Dua Wilayah Dapat Restu FIFA

PSSI akan segera menentukan format Liga untuk musim 2011/2012. langkah PSSI itu semakin ringan menyusul lampu hijau dari Federasi Tertinggi Sepakbola Dunia FIFA. PSSI berencana untuk membagi kompetisi musim ini menjadi dua wilayah.

Hal ini dimaksudkan agar tidak memberatkan klub-klub yang kurang secara finansial ketika tampil tandang. Dalam keterangan persnya di Kantor Sekretariat PSSI, Selasa (9/6/2011) WIB, setelah mengikuti pertemuan dengan para pengurus baru PSSI, Direktur Pengembangan dan Asosiasi FIFA Thiery Regennas mengungkapkan bahwa FIFA menyerahkan sepenuhnya format liga dan nasib LPI ke tangan PSSI.

Regennas juga menuturkan bahwa maksud kedatangan FIFA dan AFC kali ini adalah untuk memantau sekaligus memberikan beberapa masukan terkait format Liga kpada PSSI. "AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) dan FIFA mendukung keputusan PSSI dan yang terbaik bagi Indonesia. Kami fokus pada pembangunan sepakbola Indonesia," ujar Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus.

Guna memastikan format liga, Komite Eksekutif (Exco) PSSI dijadwalkan untuk mengadakan rapat pada 12 September mendatang. Selanjutnya, seluruh klub diharuskan registrasi ulang pada 20 September. Sementara itu, PSSI sudah menyerahkan berkas-berkas seluruh klub pada AFC untuk diverifikasi. Menurut Sihar, AFC masih memberi kesempatan pada klub-klub yang belum memenuhi 15 persyaratan, termasuk finansial dan kelengkapan sarana berupa stadion.

"AFC menegaskan 15 persyaratan tidak boleh bolong. Kami akan bekerja maraton agar klub tetap bisa berlaga di ACL (Liga Champions Asia). AFC akan melakukan inspeksi stadion pada 26 September nanti," tandasnya.

FIFA Coret Suriah dari PPD 2014


FIFA akhirnya menghukum Suriah sehingga tidak bisa ambil bagian pada babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 setelah menurunkan pemain ilegal pada pertandingan sebelumnya.

Menurut Dp News, FIFA mencabut kemenangan Suriah 6-1 secara agregat atas Tajikistan.

FIFA menghadiahi Tajikistan kemenangan 2-0 karena George Murad diturunkan pada dua pertandingan sebelumnya padahal ilegal menurut organisasi induk sepakbola internasional itu.

Murad pernah bermain untuk tim Olimpiade Swedia pada 2003 dan 2005, membuat dia tidak bisa diturunkan timnas Suriah, menurut peraturan FIFA.

Petinggi tim sepakbola Suriah, Farouk Seriya tidak bisa menerima keputusan itu dan mengatakan turunnya Murad sah karena dia warga negara Suriah
"Ini menegaskan bahwa keputusan itu dipolitisasi," ujar Seriya saat konfrensi pers.

Persatuan sepakbola Suriah sudah menyampaikan keberatannya pada Pengadilan Arbitrase Internasional menyangkut keputusan FIFA itu.

Santos Ancam Laporkan Madrid ke FIFA Soal Neymar


Presiden Santos, Luis Alvaro de Oliveira Ribeiro, mengancam melaporkan Real Madrid ke FIFA jika mereka melanjutkan upaya memboyong Neymar ke Santiago Bernabeu musim panas ini. Neymar masih terikat kontrak dengan Santos dengan klausul buy-out 45 juta euro. Madrid dikabarkan siap memenuhi klausul tersebut dan mereka telah membuat kesepakatan pribadi dengan striker timnas Brasil itu.

Ribeiro marah mendengar kabar itu karena ia telah berulang kali menegaskan bahwa Santos ingin mempertahankan pemain berusia 19 tahun itu setidaknya hingga mereka usai berlaga di Piala Dunia Klub yang akan digelar di Jepang Desember mendatang.

“Jika Real Madrid atau klub lainnya (yang telah mendekati Neymar) memutuskan untuk memenuhi klausul dalam kontraknya, kami tak punya pilihan lain kecuali melaporkan mereka ke FIFA karena telah mendekati pemain itu tanpa izin dari kami. Negosiasi telah dihentikan dan tak akan dibuka kembali,” tegas Ribeiro seperti dikutip situs Terra.

“Real Madrid telah berbicara dengan manajemen Neymar di Paris dan mengajukan tawaran yang menarik. Tapi, saya telah mengatakan kepadanya bahwa kami tak akan melepaskannya dan ia juga ingin tetap bersama kami.

“Saya bisa pastikan kepada anda bahwa Neymar akan memperkuat Santos di Piala Dunia Klub. Saya sudah mengatakan ini sebelumnya dan begitulah situasinya.”

Bin Hammam Diusir dari Sepakbola


Presiden AFC yang juga anggota Exco FIFA, Mohamed bin Hmmam akhirnya dijatuhi hukuman seumur hidup tidak boleh berurusan dengan sepakbola setelah dinyatakan bersalah oleh komite etik FIFA.

Hammam dinyatakan bersalah setelah dituntut karena mencoba menyuap anggota persatuan sepakbola Karibia saat menjalani kampanye di Trinidad Mei lalu jelang pemilihan Presiden FIFA.

Setelah dua pertemuan yang tidak dihadiri Hammam, deputy komite etik FIFA, Petrus Damaseb, menyatakan pria berusia 62 tahun itu dinyatakan bersalah dan dihukum seumur hidup dari olah raha sepakbola.

"Bin Mammam dengan ini dihukum dari seluruh aktivitas yang berhubungan dengan sepakbola dalam ajang nasional maupun internasional seumur hidup," begitulah pernyataan Damaseb, seperti yang dikutip Soccernet.com.

"Ini bukti tidak ada toleransi pada sifat-sifat yang tidak sesuai aturan," tegasnya.

Dan kubu Hammam pun tidak hanya diam, mereka langsung melempar keberatan dan menolak keputusan tersebut.

"Mr Bin Hammam menolak hasil keputusan komite etik FIFA dan masih menyatakan tidak bersalah," ujar tim hukum Bin Hammam.

"Dia akan terus melawan kasus ini lawat jalur legal yang terbuka untuknya," sambung tim legal pria asal Qatar tersebut.

Pikal-Riedl Siap Adukan PSSI ke FIFA


Mantan pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl dan asistennya, Wolfgang Pikal, memberikan tenggat waktu kepada PSSI hingga pekan depan untuk menyelesaikan masalah kontrak.

PSSI di bawah kepengurusan ketua umum baru Johar Arifin memecat pelatih asal Austria tersebut dengan alasan cacat kontrak. Hari ini, Rabu (20/7/11), keduanya mendatangi PSSI untuk menunjukkan kontrak mereka atas nama pengurus lama PSSI di bawah ketua umum Nurdin Halid.

Riedl hanya menunggu di dalam mobilnya di depan kantor PSSI, Senayan, Jakarta, sekitar pukul 10.00 pagi, sementara Pikal masuk hanya menyerahkan surat kontrak asli yang dipegang Riedl dan kopi surat kontraknya sendiri.

Pikal menjelaskan, dalam kontrak tersebut tercantum sekaligus nama Alfred Riedl sebagai pelatih dan Wolfgang Pikal sebagai asisten pelatih.

Keduanya berniat mencari kejelasan mengenai nasib mereka serta meminta kompensasi pelunasan gaji hingga masa kerja sesuai yang tertera dalam surat kontrak, jika memang keduanya dipastikan dipecat, yakni hingga Mei 2012.

“Saya datang ke sini memberikan surat ke PSSI untuk sekedar informasi kepada mereka bahwa sejauh ini kami belum mendapatkan surat pemecatan. Waktunya tinggal satu minggu untuk pembayaranya jadi kita ingin tahu bagaimana kepastian pembayaran,” ujar asisten pelatih asal Austria itu.

Pikal juga mengutarakan pesan Riedl bahwa sang pelatih memberikan tenggat waktu hingga dua pekan kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun jika PSSI tidak memberikan respon yang positif, keduanya akan terpaksa mengajukan masalah ini ke FIFA.

“Sebetulnya kita ingin menyelesaikan ini dengan baik-baik tapi ini sudah satu minggu dari batas waktunya dan belum ada keterangan resmi dari ketua umum yang baru,” ungkapnya.

Sebagai tambahan, keduanya pernah bertemu komite eksekutif PSSI Sihar Sitorus namun tak mendapatkan kesempatan untuk membicarakan masalah ini dengan lebih serius.

“Kita memang ngobrol sedikit tapi di dalam pertemuan di restauran itu ada banyak orang jadi kita tidak bisa membicarakan hal-hal penting atau ngomong serius. Hanya pertemuan antar teman saja,” Pikal menjelaskan.

Informasi yang ia dapat, Johar Arifin berjanji akan mempelajari kontrak tersebut dan kemudian mengambil langkah penyelesaian. Hanya saja, hingga saat ini belum ada perkembangan.

“Kop surat itu tidak penting sebenarnya, tetapi kop itu ada. Juga ada tanda tangan dari Nugraha Besoes, Nirwan Bakrie dan Riedl juga,” jawab Pikal ketika ditanya mengenai keabsahan surat tersebut.

PSSI memutus kontrak Riedl dan Pikal dengan alasan kontrak keduanya ditandatangani Nirwan Bakrie, yang kala itu menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI, atas nama perseorangan, bukan atas nama institusi PSSI.

Sepp Blatter Ucapkan Selamat Kepada Pengurus PSSI Baru


Presiden Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) Sepp Blatter mengirim ucapan selamat terpilihnya Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin untuk periode 2011-2015 melalui Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar di Hotel Sunan Solo tanggal 9 Juli 2011.

Dalam ucapan selamat yang disampaikan kepada Ketua Umum KONI Pusat dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, Blatter juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh insan sepakbola Indonesia yang sudah ikut memuluskan jalannya kongres luar biasa PSSI tersebut.

Sepp Blatter juga mengharapkan seluruh insan sepakbola di tanah air mendukung kepemimpinan pengurusan PSSI yang baru. Serta ketua umum PSSI terpilih bisa mempersatukan seluruh kekuatan sepakbola Indonesia.

KN Bahas Sosialisasi Kongres Bersama AFC


Jelang pelaksanaan Kongres PSSI 9 Juli mendatang, Komite Normalisasi bertemu Legal Executive Asian Football Confederation (AFC) James Johnson.

Seperti dijelaksan ketua Komite Normalisasi (KN), tidak ada kritikan dari perwakilan AFC tersebut. Johnson hanya memberikan sejumlah masukan untuk melengkapi persiapan pelaksanaan kongres.

“Seperti masalah sosialisasi. Harus jelas, sebaiknya dilakukan sedini hari oleh media,” terang Agum saat jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta (28/6/11).

Johnson, yang sudah mendatangi tempat pelaksanaan kongres di Solo, menilai persiapan sejauh ini sudah bagus.

“Tugas dan tujuan saya datang kesini memberikan layanan dan bantuan, agar persiapan kongres bisa berjalan baik.”

“Hari ini kami membahas soal legal, dan saya rasa semuanya sudah bisa dipahami. Saya rasa Komite Normalisasi juga sudah paham dengan tugas-tugasnya. Semoga kongres 9 Juli mendatang bisa berjalan dengan baik.”

Sementara itu, anggota KN yang juga menjabat sebagai plt. Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono menjelaskan agenda sosialisasi kongres.

“(Bersama Johnson) Kita menentukan tata cara pemilihan. Tanggal 4-5 Juli akan diakukan demonstrasi tata cara pemilihan dan menghitung, agar jangan sampai tata cara kongrres tidak tersosialisasi secara dini,” tegasnya.

Kasus Suap FIFA akan Dibeberkan


Presiden FIFA Sepp Blatter berjanji akan mengungkap hasil investigasi seputar suap dan korupsi di badan tertinggi sepak bola dunia itu bulan depan.

Presiden berusia 75 tahun itu juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan mengambil tindakan terhadap mantan wakil presiden FIFA sekaligus ketua umum CONCACAF Jack Warner, yang resmi mundur Senin lalu setelah dituduh terlibat suap.

Warner dan presiden AFC Mohamed Bin Hammam, yang sebelum dibekukan aktifitasnya sempat maju sebagai calon presiden FIFA bersaing dengan Blatter, dituduh menyuap pemilik suara jelang pemilihan presiden.

“Komite Etika tengah mengerjakannya dan akan mengungkapkan keputusannya sekitar Juli,” ujar Blatter, seperti dilansir Goal.com jelang gelaran Piala Dunia Wanita.

Mengenai Warner, Blatter menambahkan, “Kami tahu dia telah mundur, jadi tidak akan ada lagi pembahasan mengenai dia.”

Persiapan Brasil Gelar PD 2014 Lambat


Piala Dunia 2014 di Brasil memang baru akan digelar tiga tahun mendatang. Namun sejatinya, saat ini segala proses kesiapan gelaran tersebut harus terealisasi dengan baik.

Akan tetapi, apa yang dilihat Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, jauh dari harapan. Valcke menilai Brasil begitu lambat mempersiapkan segala fasilitas untuk Piala Dunia 2014.

"Terdapat banyak perkerjaan yang harus diselesaikan. Kami tidak memliki stadion, bandar udara, sisten transportasi nasional. Kami sebulan lagi akan melakukan pengundian babak awal," jelas Valcke.

"Stadion Maracana saat ini bukan stadion piala dunia. Itu alasan mengapa stadion tersebut ditutup. Stadion tersebut mungkin akan siap pada saat-saat akhir, atau mungkin sebulan, bahkan seminggu sebelum turnamen jika mereka tidak segera mempercepat pekerjaan," lanjutnya.

Dengan lambatnya pengerjaan segala fasilitas tersebut, sudah berimbas pada Stadion Morumbi, markas Sao Paulo. Stadion tersebut urung menggelar satu pun laga Piala Konfederasi 2013 karena dinilai tidak siap.

Agum Gumelar Akan Laporkan Prince Ali ke FIFA


Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar mengaku bakal melaporkan kedatangan Wakil Presdiden FIFA, Prince Ali bin Al Hussein yang tiba-tiba mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu, kepada FIFA.

Menurut Agum Gumelar, kedatangan Prince Ali ke Indonesia dan menemui sejumlah pihak untuk mencari fakta soal kisruh PSSI tersebut sebetulnya di luar sepengetahuan Komite Normalisasi maupun sepengetahuan FIFA. Untuk itu, pihaknya bakal melaporkan segala jenis kegiatan, termasuk kedatangan Wakil Presiden FIFA tersebut.

"Kedatangan Prince Ali di luar agenda KN (Komite Normalisasi). PSSI tidak pernah diberi tahu soal kedatangan Wakil Presiden FIFA tersebut. Jadi kami akan laporkan semua ke FIFA. Kami akan laporkan jika kehadiran Prince Ali tidak menginformasikan kepada KN," ujar Agum Gumelar di kantor PSSI, Selasa (21/6/2011).

Meski bakal melaporkan soal kedatangan Prince Ali tersebut, namun Agum Gumelar mengaku merasa tidak keberatan, dan tidak mempermasalahkan soal kedatangan Wakil Presiden FIFA tersebut. Menurut Agum, Komite Normalisasi tetap menghormati kedatangan Prince Ali, meskipun Komite Normalisasi tidak diberitahukan terlebih dahulu.

"Saya menghormati beliau. Saya datang dan bertemu beliau, saya sampaikan semuanya soal kongres. Kami memang tidak mendapatkan informasi sebelumnya soal kedatangan beliau. Tapi KN tidak mempermasalahkan," ujar Agum Gumelar.

Tersangkut Kasus Suap di FIFA Akhirnya Mundur


Jack Warner, yang menjabat sebagai wakil presiden FIFA saat tersangkut kasus suap, akhirnya resmi mundur dari jabatannya, Senin (20/6/11).

Pria yang menjadi anggota terlama Komite Eksekutif FIFA tersebut dibekukan keanggotaannya, selama FIFA menginvestigasi kasus ini.

Warner, warganegera Trinidad dan Tobago, dituduh membantu presiden AFC Mohammed Bin Hammam menyuap anggota pemilik suara FIFA menjelang pemilihan presiden FIFA.

Seperti Warner, Bin Hammam juga dibekukan, sehingga Sepp Blatter maju sebagai calon tunggal dan terpilih sebagai presiden FIFA.

Selain mundur dari jabatannya di FIFA, Warner juga mundur dari jabatannya sebagai presiden Konfederasi Asosiasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah dan Karibia (CONCACAF).

Dalam pernyataan resminya, FIFA mengungkapkan, “Jack A. Warner telah memberitahu FIFA mengenai pengunduran dirinya dari sepak bola internasional.”

“FIFA menyesalkan kejadian-kejadian yang mendorong Mr. Warner mengambil keputusan tersebut.”

“Pengunduran dirinya telah diterima badan sepak bola dunia, dan kontribusinya untuk sepak bola internasional serta sepak bola Karibia khususnya dan juga konfederasi CONCACAF dihargai dan diakui,” lanjutnya.

“Mr. Warner meninggalkan FIFA atas kemauannya sendiri setelah melayani selama 30 tahun.”

Warner dan Hammam dituduh memberikan uang suap sebesar 25 ribu pound (Rp 348,6 miliar) untuk masing-masing anggota Persatuan Sepak Bola Karibia, yang terdiri dari 25 anggota.

Sumber terdekat Warner mengatakan keputusan itu diambil “demi kebaikan dari permainan sepak bola”. Sumber tersebut menolak berkomentar saat ditanya apakah ia benar-benar mundur dengan sukarela atau dipaksa.

Kongres PSSI Bakal Deadlock, Jika Agum Tak Aspiratif


Mantan Anggota Komite Normalisasi PSSI, Sukawi Sutarip, memperkirakan Kongres PSSI yang rencananya bakal digelar di Kota Surakarta pada 9 Juli 2011 mendatang bisa saja akan kembali deadlock seperti dalam kongres sebelumnya.

Sukawi menyatakan, kegagalan kembali bisa saja terjadi jika nantinya pimpinan sidang,u Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar masih enggan mendengarkan peserta kongres.

"Pemilih memiliki kewenangan penuh dalam pelaksanaan kongres, sehingga pimpinan sidang harus benar-benar aspiratif," kata Ketua PSSI Jawa Tengah tersebut, Senin, 20 Juni 2011.

Sukawi yang juga Ketua Partai Demokrat Jawa Tengah menambahkan, seharusnya pimpinan sidang mau mendengarkan aspirasi peserta kongres. Tidak seperti pada Kongres PSSI yang digelar pada 20 Mei lalu, terpaksa kongres dihentikan tanpa menghasilkan keputusan apapun.

"Yang terjadi dalam kongres PSSI lalu, pimpinan sidang maunya menjadi penentu," katanya. Padahal, tambah Sukawi, pimpinan sidang hanya memfasilitasi bukan merupakan penentu.

"Bahkan, dalam kongres yang lalu bila ada yang menyampaikan aspirasi malah justru diamankan," katanya. Sukawai menilai, tindakan yang diambil pimpinan sidang dalam konggres PSSI seperti itu tidak tepat.

Sebab, selama pelaksanaan kongres, mulai dari tata cara hingga pelaksanaannya, semua hal harus disetujui oleh pesertanya.

Pemilihan Ketua PSSI Harus Sesuai Statuta FIFA


Pangeran Ali yang datang ke Indonesia beberapa waktu lalu telah melaporkan perjalanannya dengan Ketua FIFA Sepp Blatter. Pangeran Yordania yang juga Wakil Presiden FIFA datang ke Jakarta, 14 Juni silam, untuk mengetahui secara persis tentang kisruh yang terjadi di dalam tubuh PSSI.

Selama di Jakarta, Pangeran Ali menemui beberapa pihak antara lain Kelompok 78, Menpora Andi Mallarangeng, Ketua KONI Rita Subowo, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar, dan pasangan George Toisutta-Arifin Panigoro.

Presiden FIFA Sepp Blatter, menurut Pangeran Ali, menyatakan pemilihan Ketua PSSI 9 Juli mendatang, harus terbuka dan transparan. Hal serupa pun disampaikan Ketua sementara Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Zhang Jilong. Keduanya sepakat untuk memastikan kelancaran Kongres PSSI.

"Saya telah berdiskusi dengan Presiden FIFA Sepp Blatter dan Ketua sementara AFC Jilong tentang situasi di Indonesia. Saya percaya sangat penting untuk menjamin proses pemilihan harus berlangsung secara terbuka, transparan dan sesuai dengan statuta FIFA dan PSSI," kata Pangeran Ali di Kuala Lumpur, Sabtu pekan silam, seperti dikutip Yordan News Agency.

Dalam pemilihan Ketua PSSI, FIFA melarang George Toisutta dan Arifin Panigoro maju dalam pencalonan. Padahal dalam Statuta FIFA, dengan tegas menyatakan hanya orang-orang yang pernah terlibat dalam kriminal yang tidak bisa mencalonkan diri menjadi ketua federasi sepak bola sebuah negara. Pasangan George dan Arifin tidak pernah tersangkut masalah kriminalitas.

Prince Ali Beda dengan Reggenas


Salah satu anggota mayoritas pemilik suara (Kelompok 78), Umuh Muchtar mengatakan kedatangan Wakil Presiden FIFA, Prince Ali bin Al Hussein bukanlah faktor apapun. Prince Ali, kata Umuh, datang karena murni mencari fakta untuk menyelesaikan konflik yang ada di sepak bola nasional.

Bahkan, Umuh menyatakan bahwa misi Prince Ali ke Indonesia berbeda dengan wakil dari FIFA lainnya, Thierry Reggenas. "Prince Ali itu beda dengan Reggenas. Kalau beliau itu datang ke sini netral, bukan karena uang seperti Reggenas. Tapi Prince Ali datang untuk mencari fakta yang ada," kata Umuh ketika dihubungi wartawan.

"Beliau itu ngomongnya enak, perhatian. Sikapnya ini juga menunjukkan bahwa FIFA perhatian," sambungnya.

Ditanya apakah Persib akan mencari figur baru jika GT dan AP tetap ditolak FIFA, pria yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat ini mengindikasikan akan berpaling. Namun, ia meminta semuanya dipaparkan dengan jelas. "Kita akan tetap ikuti aturan. Tapi harus jelas. Alasannya apa? Kalau alasannya jelas tentu kita jalani semuanya sesuai aturan," kata Umuh.

Pangeran Ali Menghadiri Pertemuan Komite Visi Asia


Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali Bin Al Hussein pada Sabtu menghadiri pertemuan pertama Komite Visi Asia di Gedung Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di ibukota Malaysia. Sebagai Wakil Ketua Komite VA, Pangeran Ali menekankan perlunya untuk memberikan energi program Visi Asia untuk kepentingan semua asosiasi nasional di seluruh Asia.

"Kita harus berada di pelayanan asosiasi anggota kami yang berlaku untuk program ini dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka," kata Pangeran Ali.
"Program ini memiliki potensi untuk bergerak maju, tetapi kita perlu bekerja bersama di bawah kepemimpinan kami Ketua Pangeran Abdullah untuk pertama menilai proyek yang sedang berlangsung saat ini, meningkatkan anggaran mana yang diperlukan dan memaksimalkan jangkauan program," tambahnya.

Visi Asia komite luar negeri pelaksanaan Program Asia Visi yang bertujuan untuk meningkatkan standar sepakbola Asia di semua tingkat  yang sejalan dengan keyakinan Pangeran Ali bahwa Asia memiliki bakat luar biasa di seluruh papan dan potensi yang belum dimanfaatkan yang harus diwujudkan.

Pangeran Ali juga bertemu dengan Penjabat Presiden AFC Zhang Jilong di sela-sela pertemuan komite yang sedang berlangsung di Gedung AFC. Pangeran Ali membahas penilaian tentang situasi sepak bola di Indonesia setelah perjalanan terakhir ke Jakarta. Kedua pejabat sepak bola sepakat tentang pentingnya memastikan kelancaran Kongres di

Indonesia serta pemilihan umum yang bebas dan adil untuk presiden PSSI tanpa politik. "Saya berbagi pandangan saya dengan Presiden FIFA Sepp Blatter dan Presiden bertindak Jilong pada situasi
di Indonesia. Saya percaya sangat penting untuk menjamin bahwa proses pemilihan terbuka,
transparan dan sesuai dengan kedua undang-undang FIFA dan PSSI," kata Pangeran Ali.

FIFA Diberi Waktu 3 Bulan, Untuk Bersihkan Praktik Suap


Sekjen UEFA Gianni Infantino menyatakan, UEFA menginginkan adanya kemajuan dalam janji FIFA untuk melakukan reformasi kepemimpinan dalam tiga bulan mendatang.

Dikutip dari Goal.com, Presiden FIFA Sepp Blatter berjanji untuk memulai reformasi menyeluruh, terutama dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia, akibat adanya tuduhan suap sebelum pemilihan ulang Blatter pada 1 Juni lalu.

"Komite eksekutif UEFA memuji keinginan FIFA untuk mengambil langkah konkret dan efisien tentang kepemimpinan yang bersih, dan berharap adanya peningkatan dalam tiga bulan ke depan," ujar Infantino, sebagai salah satu hasil dari rapat dua hari komite eksekutif UEFA.

Infantino berjanji, "UEFA akan mengamati perkembangan situasi ini secara seksama."

Pangeran Ali laporkan Hasil Kunjungannya ke FIFA


Setelah menyelesaikan agenda kunjungannya di Indonesia, Wakil Presiden FIFA Pangeran Ali bin Al Husseinakan melaporkan seluruh temuannya kepada FIFA.

Pangeran asal Yordania itu sepanjang hari, Selasa (14/6/2011) WIB, mengagendakan bertemu denganMenpora Andi Mallarangeng, Ketua KONI Rita Subowo, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar, dan juga George Toisutta di beberapa tempat terpisah.

Agenda terakhir yang dijalaninyaadalah bertemu dengankelompok mayoritas pemilik suara sah PSSI yang juga dikenal dengan sebutan kelompok 78di Hotel The Sultan, Selasa (14/6/2011) malam WIB.

"Saya mendapat mandapat dari Presiden FIFA Sepp Blatter. Saya di sini untuk memastikan pemilihan berjalan lancar," kata Pangeran Ali.

"Saya akan menampung semua pendapat-pendapat yang muncul dan akan melaporkannya ke FIFA. Saya akan membuat rekomendasi berdasarkan apa yang saya lihat," lanjut pria 35 tahun ini.

Harapan Baru Bagi Sepakbola Indonesia


Apakah Pangeran Ali akan Memberikan Harapan Baru bagi Sepakbola Indonesia?

Sedikit demi sedikit kebenaran mulai menampakkan harapan…!!
fitnah, kebohongan, kepalsuan selama ini mulai terbongkar…!!
keinginan untuk melihat perubahan PSSI menjadi lebih
baik kembali berkobar walau selama ini sudah
meredup karena terbuai kata kata para pembual ….!!

Pangeran Ali salah satu wakil presiden FIFA membawa angin segar bagi para pencinta sepakbola indonesia.
pangeran yang masih muda ini ternyata mata hatinya lebih terbuka dari pada ketua KN Agum Gumelar.
Seorang wakil presiden menemui langsung dan mencari tahu apa akar permasalahan kisruhnya pemilihan ketua umum PSSI. pangeran Alisecara jabatan di FIFA lebih tinggi dari ketua KN aja mau mencari sumber masalah dan berusaha membantu mengatasinya dengan menemui Arifin Panigoro, George Toisuta dan K78 ..!
sedangkan Agum Gumelar yang hanya diangkat oleh FIFA untuk menormalkan malah begitu sombongnya dan
sewenang wenangnya kepada AP, GT dan K78 ..!

Dari pernyataan pangeran ALI setelah kunjungannya selama 2 hari beliau mengatakan :
“kalau memang Arifin Panigoro dan Gorge Toisuta tidak bersalah maka mereka berhak ikut dicalonkan
pada kongeres yang akan datang ….!!” dan hasil dari kunjungan ini akan segera dilaporkan pada presiden
FIFA dan akan dibahas juga dengan AFC secepatnya …!

Banyak hal lucu yang muncul saat pertemuan
pangeran Ali dengan AG ketua KN :
“Alibertanya mengapa AP dan GT dilarang ikut …??” nah orang fifa aja ga tahu alasan pelarangan ini…..??
berarti yang selama ini fifanya NH statusquo aja yang dijadikan pedoman yaitu Terry Trengginang dan jeremy volke. Padahal FIFA sendiri tidak tahu (tidak ada pelarangan maupun ancam sanksi)…!

Mulai ketahuan kan siapa yang suka bohong …?? semoga revolusi PSSI bisa terlaksana dan tidak lagi
dipolitisir….!! dan berhentilah wahai orang orang status quo, dan simpatisan tukang roti perusak PSSI !