Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Belanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belanda. Tampilkan semua postingan

John Heitinga: Saya Keturunan Indonesia

Dugaan pencinta sepakbola Indonesia tentang Johnny Heitinga ternyata benar. Bek tangguh timnas Belanda dan Everton FC itu membenarkan dirinya keturunan Indonesia.

John Heitinga menyampaikan kepada Radio Nederland bahwa dirinya benar punya darah Indonesia. "Ayah saya benar berasal dari Indonesia. Dan lahir di Jakarta."  Jawaban ini menghapuskan segala keraguan dan simpang siur tentang status keturunan pemain nasional Belanda yang aktif di Everton FC Inggris itu.

Belitung-Jakarta
Ronald Heitinga, paman Johnny dalam bincang telepon dengan Radio Nederland membenarkan ke-Indonesiaan ini. Gijsbert Johannes Heitinga kakek John berasal dari Pulau Belitung. Rob ayah John lahir di Jakarta. Keluarga besar Heitinga hijrah ke Belanda akhir tahun 1950an. "Kami enam bersaudara semuanya laki-laki. Empat lahir di Jakarta dan dua di Belanda. Kami pindah ke Belanda tahun 1959."

Ingin ke Indonesia

John adalah satu-satunya, keturunan ke tiga Heitinga yang menjadi pemain sepak bola. John Gijsbert Alan Heitinga itu menyadari dirinya tidak bisa bahasa Indonesia tapi secara bathin punya hubungan dengan negara kelahiran ayahnya, Rob. "Saya kadang mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, publik di sana sangat antusias sekali ya,"  tuturnya kepada Radio Nederland.
Defender kelahiran 15 November 1983 itu mengatakan dapat masukan dari keluarga dan juga info tentang sepakbola Indonesia dari Giovanni van Bronckhorst yang tahun ini baru melawat ke Indonesia. Tampaknya latar belakang garis keturunan dan perkembangan sepakbola Indonesia mendorong pria kelahiran Alphen aan den Rijn itu untuk mengunjungi tanah leluhur.

Awal tahun 2011 kakeknya Joop Heitinga sempat berkunjung ke Indonesia bersama putra bungsunya Andy. Mereka mendapat kesan sangat baik tentang Indonesia. Andy menuliskan perjalanan di website biro perjalanan. "Sayang sekali pemandu wisata ke Bandung kurang mengenal tempat-tempat zaman Hindia Belanda. Buat ayah saya (Joop) juga sulit mengenali kembali tempat-tempat lama, karena sudah berubah setelah 53 tahun. Tapi kami sangat puas..."
Musim Dingin
Sementara bagi John, kunjungan ke Indonesia menjadi yang pertama kali. Ayah dua anak yang akrab dipanggil "Jhonny" ini kepada RNW mengatakan akan secepatnya berkunjung ke Indonesia. "Saya akan ke Indonesia dalam waktu dekat ini." Ia masih akan melihat celah di tengah kesibukan timnas Oranje dan kompetisi Inggris. Kemungkinan pada akhir tahun, saat jeda kompetisi musim dingin Eropa.

Gara-gara Angry Birds, De Jong Tampil Beringas

Siapa yang sangka, permainan lucu nan imut Angry Birds ternyata memicu Nigel De Jong untuk tampil semangat dan terkadang beringas.

Gelandang Manchester City itu menuai banyak kartu kuning musim lalu karena tekelnya yang keras dan menjurus kasar. Sementara pelatih timnas Belanda, Bert van Marwijk sampai memarkirnya karena menilai sang pemain terlalu kasar.

Insiden yang masih membekas saat De Jong masih berkostum timnas Belanda adalah tendangannya ke dada gelandang timnas Spanyol, Xabi Alonso, pada final Piala Dunia 2010.

Sang gelandang mengungkapkan bahwa permainan di perangkat iPod yang memicu semangatnya sebelum tampil di lapangan.

“Saya mendengarkan musik lewat iPod saya selama 15 menit sebelum saya memainkan Angry Birds di ponsel saya,” ujarnya, seperti dikutip dari The Sun.

“Saya selalu bersantai dan orang-orang sering meneriaki saya untuk bergegas karena pertandingan akan segera dimulai. Tetapi saya tetap saja bermain Angry Birds. Itu membuat saya kecanduan,” lanjutnya.
Angry Birds adalah permainan sederhana yang tak terlalu menuntut pemainnya untuk berpikir.

Permainan ini awalnya hanya bisa diaplikasikan pada piranti elektronik dengan teknologi layar sentuh. Namun saat ini sudah muncul aplikasinya untuk komputer meja.

John Taihuttu Siap Bantu Indonesia

Belanda bukan saja menyimpan puluhan pemain keturunan. Di negeri runner-up Piala Dunia 2010 ini juga ada pelatih keturunan yang berkualitas. Contohnya John Taihuttu.
Pelatih tim junior Fortuna Sittard kelahiran 8 November 1954 ini adalah keturunan Maluku. Mantan striker kondang VVV Venlo itu yakin bisa berkontribusi untuk persepakbolaan Indonesia.

Pengalaman
Berbekal pengalaman 16 tahun melatih tim junior di Fortuna, ia yakin bisa membantu membesarkan bakat-bakat baru Indonesia. Setelah mengakhiri karir sepak bola profesional di VVV dari 1981-1986 ia mengabdikan diri sebagai pelatih Fortuna Sittard.
Di klubnya ia terlibat langsung mencari bakat muda di kawasan Belanda Selatan. Ia bersaing dengan pencari bakat dari empat klub besar: Roda JC, MVV Maastricht, VVV Venlo dan bahkan dari klub Racing Genk negara jiran Belgia. Johnny yang menguasai bahasa Indonesia dengan baik itu, kepada Radio Nederland mengatakan. “Setiap minggu kami mendatangi klub-klub kecil di radius sampai 50 km mencari bakat berusia 8 tahunan, bersaing dengan klub-klub besar di Belanda Selatan ini.”
Harapannya bisa mendapatkan bakal pemain profesional sejak usia dini. “Begitu kami mendengar ada pemain berusia sekitar 8 tahun yang mencetak tiga gol pada laga kompetisi, kami langsung mengajaknya datang ke Fortuna,” ungkapnya kepada Radio Nederland.

Mark van Bommel
Dengan bangga pelatih berambut putih itu mengaku pernah ikut membesarkan pemain-pemain ternama. “Saya bersyukur pernah melatih Mark van Bommel, Fernando Ricksen dan Kevin Hofland.“
Sebagai pelatih tim junior B1 (16 dan 17 tahun) maka John Taihuttu tergolong kelompok pelatih pilihan. 1 dari 36 yang melatih tim B1 di Belanda. 18 dari klub Eredivisie (Liga Utama) dan 18 tim de Eerste Divisie (Liga Kedua). “Di Belanda ini setiap klub liga utama dan kedua punya tim junior A1, B1, C1. Pelatih dari tim junior ini harus memenuhi syarat ketat sebagai pelatih dan pendidik.”

Simon Tahamata
Secara pengalaman melatih Taihuttu punya track record dan jam terbang lebih panjang dari Simon Tahamata. “Untuk bisa melatih B1 di Fortuna maka saya harus memiliki kemampuan pedagogis. Menjadi guru yang tegas dan disiplin,” urainya kepada Radio Nederland.
Klub profesional setingkat Fortuna Sittard ini mendidik pemain menjadi manusia yang lengkap baik dalam maupun luar stadion. Bung Johnny, panggilan akrabnya, mengatakan pernah menerapkan ketegasan pada Mark van Bommel, ketika dia mendapat angka merah di sekolah.
“Kami tidak pasang Mark di tim utama bukan karena kwalitasnya, tapi karena ada dua nilai merah di rapotnya. Dia harus lulus dua angka itu, sebelum dipasang lagi di tim.”

Menyaring Bakat
Dengan bekal ilmu akademi sepak bola Belanda, John Taihuttu sesumbar bisa melacak bakat anak usia 10 tahun dari cara dia berjalan dan berlari. “Dari cara dia berjalan dan berlari tanpa bola saja saya bisa mengenali, anak punya bakat atau tidak. Biasanya 9 dari 10 dugaan saya, terbukti,” ungkap pria ramah itu kepada Radio Nederland.
Melempar bola adalah cara lain mengenali bakat. “Kalau anak dilempar bola, kita bisa langsung tahu dari respon dia. Di lapangan, kita bisa langsung melihat orang dari satu pertandingan. Perhatikan apa yang dia lakukan ketika menguasai bola.”

Empat-Lawan-Empat
Johnny juga menerapkan cara main di kelompok kecil, untuk mengetahui kemampuan pemaian baru. “Ketika bermain empat-lawan-empat kita bisa tahu ketrampilan seorang pemain. Kalau seorang bisa memainkan bola dan menempatkan bola di pundak, itu tidak istimewa. Saya justru ingin melihat pemain itu ketika tidak sedang menguasai bola.”

Surabaya
Pelatih junior kelahiran Venlo yang juga pernah berkunjung ke Surabaya di era tahun 1980an itu juga punya pendapat tegas, sejak 10 tahun harus sudah masuk klub. “Seorang bintang sepakbola harus sudah masuk pendidikan bola sejak usia dini, maksimal sepuluh tahun. Tanpa pendidikan panjang di klub, mustahil bisa berhasil,” tegasnya. “ Jangan lupa bahwa Lionel Messi saja sudah masuk Barcelona sejak usia 10 tahun.”
Mantan pemain VVV di era 1980an itu mendukung pelatihan bakat-bakat muda Indonesia di Belanda. Tapi dia menyadari hambatan ijin tinggal. “Klub-klub Belanda pada prinsipnya bisa menampung pemain non Uni Eropa usia 15 sampai 16 tahun, tapi dia harus sudah punya ijin tinggal di Belanda. Ijin tinggal harus diurus pemain sendiri.”

Beberapa Tahun Saja
Kepada RNW dia menyatakan bukan saja merasa mampu, tapi juga siap menyumbangkan pengalaman dan sisa tenaganya untuk kemajuan sepakbola Indonesia. “Dengan sisa masa aktif yang tinggal beberapa tahun ini, saya ingin menyumbang ilmu dan tenaga untuk tanah leluhur.” Baginya tidak ada bedanya Maluku dan Indonesia. “Ilmu saya lebih berharga untuk diturunkan kepada pemain muda Indonesia dari pada di Belanda.”
Dengan kondisi tempat kerja sepak bola yang kisruh seperti di Indonesia saat ini, berfikirlah 1000 kali bung! Percuma, jangankan kwalitas hanya setingkat Johnny Taihuttu, Pep Guardiola atau Jose Mourinho pun dirasa tidak akan mampu memajukan sepak bola Indonesia.

Belanda Amati Tugas Rijsbergen di Timnas Indonesia

Perkembangan sepakbola Indonesia juga jadi sorotan media Belanda. Teristimewa jabatan baru pelatih asal Belanda, Wim Rijsbergen (59 tahun ) sebagai pelatih baru timnas Indonesia.


Tabloid terbesar Belanda khusus sepakbola, Voetbal International (VI) sudah beberapa hari ini menyoroti mantan pelatih PSM Makassar ini. Selanjutnya Radio Nederland (RNW) melaporkan mantan pemain Feyenoord dan timnas Oranje itu akan membesut skuad menghadapi dua pertandingan lawan Turkmenistan dalam rangka penyisihan Piala Dunia 2014 Brasil.

Kisruh Ketum
VI juga mengetahui pelatih kelahiran Leiden ini menggantikan pelatih Alfred Riedle yang baru saja dipecat. "Pelatih asal Austria itu harus pergi menyusul pemilihan Djohar Arifin Husin sebagai ketua umum baru PSSI," kata mingguan terbitan Rabu ini.
Koran de Gerderlander juga menyinggung kisruh sepakbola di Indonesia. Di situsnya harian ini menyebut bahwa persepakbolaan Indonesia sulit diatur. "Persepakbolaan di negeri Asia ini sulit diurus. Bahkan FIFA harus turun tangan untuk pemilihan ketua baru persatuan sepakbola nasionalnya (PSSI) dan mendamaikan pertikaian soal ketua baru."

Negara Fantastis?
Soal pelatih baru timnas Garuda, media Belanda lebih positif. Voetbal Internasional melihat semangat pada pelatih asal Belanda ini. Rijsbergen menyambut baik tugas barunya. "Saya melihatnya sebagai tantangan untuk menoreh prestasi di negara yang fantastis ini," ungkapnya kepada situs Sport-Promotion. Ia tidak memaparkan lebih lanjut arti 'fantastis' itu. Jum'at silam usai menghadiri latihan timnas, Rijsbergen berseloroh "Mereka kelihatan sangat bersemangat."
Mantan pelatih FC Groningen itu juga menyadari tantangan berat ke depan. "Tentu saja ada beberapa hal yang harus dibenahi, tapi kalau melihat mentalitas pemain, kedepannya kita bisa melakukan hal-hal menarik," lanjut Rijsbergen.

Termotivasi
Berbekal pengalaman sebagai pelatih PSM Makassar, Rijsbergen jadi termotivasi. "Pengalaman beberapa bulan di Makassar dan didukung orang-orang yang berniat baik di sini, saya percaya bisa melakukan perubahan ke arah yang positif," tuturnya pada VI.

Kurang Pas
Rijsbergen menyadari duel kontra Turkmenistan 23 dan 28 Juli ini, digelar pada momen yang kurang pas. "Kompetisi sudah berhenti beberapa bulan, jadi pemain timnas yang dipanggil juga belum sepenuhnya siap tempur."
Tantangan lain menurut mantan pelatih PSM Makassar  yang berkiprah di liga LPI, dia masih kurang mengenal sebagian besar pemain timnas dari ISL. "Sebagain besar pemain dari kompetisi lain (ISL). Saya belum mengenal mereka dengan baik. Memang ini tidak mudah, tapi saya siap berbuat maksimal,"tutupnya.

Saran Foppe de Haan Buat Wim Rijsbergen

Foppe de Haan mantan pelatih timnas U-23 Indonesia berpesan pada Wim Rijsbergen pelatih timnas RI agar menjauhi politik, tegas sejak awal dan menyusun sendiri staf dan pemain. Kepada Radio Nederland pelatih kondang itu senang mendengar Wim Rijsbergen mendapat kehormatan menangani timnas Indonesia. Namun ia melihat mantan pelatih PSM Makassar itu menghadapi tugas yang tidak ringan.

Waktu Mepet
 Dalam waktu kurang dari dua pekan harus mempersiapkan skuad berlaga tandang Pra Piala Dunia ke Ashgabat lawan Turkmenistan, 23 Juli 2011. Lima hari kemudian menjamu lawan yang sama di Jakarta. Sementara Rijsbergen diwarisi skuad kental pilihan Alfred Riedl dan tidak punya waktu cukup membentuk sendiri staf dan skuadnya.

Situasi ini menyerupai timnas U-23 Indonesia yang disodorkan ke de Haan untuk ditempa di Belanda selama enam bulan jelang Asian Games Qatar 2006. “Kami mendapat tim yang sudah diseleksi dari Indonesia. Kami tidak bisa memilih sendiri pemain yang bagus. Itu masalah besar.”

Pemain Titipan
Foppe menduga ada pemain ‘titipan’ di dalamnya. “Kemungkinan ada pengaruh KKN. Sebab belakangan kami dengar ada pemain-pemain lebih bagus yang tidak terseleksi.” Pelatih yang sukses mengantarkan U-21 Belanda dua kali berturut menjuarai Piala Eropa itu berharap Rijsbergen mendapat waktu cukup untuk menyusun staf dan pemainnya.

Kambing Hitam
Menurut mantan pelatih SC Heerenveen itu beban lain yang harus dipikul Wim Rijsbergen adalah tekanan politik. De Haan wanti-wanti, jangan sampai sepakbola terlalu kental kepentingan politik. “Di sana ada kalangan yang mempertaruhkan prestisenya di timnas. Walaupun timnya lemah, mereka tidak mau tahu, yang penting hasilnya harus bagus. Kalau tim gagal, maka yang lebih mudah dikambinghitamkan adalah pelatih, untuk menghindar agar dia sendiri tidak jadi kambing hitam.”

Piala Dunia 2014 De
Haan khawatir nasib itu bisa menimpa Wim Rijsbergen kalau misinya adalah lolos putaran akhir Piala Dunia 2014 Brasil. “Saat ini masih banyak negara saingan yang secara potensi di atas Indonesia. Kalau lawan Irak, Iran, Arab Saudi, Cina, Jepang atau Korea Selatan, Indonesia belum siap,“ paparnya pada Radio Nederland. Untuk jangka panjang, pelatih senior yang sekarang bertugas meloloskan Tuvalu negeri kerdil di Polinesia jadi anggota FIFA itu, yakin sepak bola Indonesia mampu mengimbangi negeri tangguh. Dengan syarat ada kesabaran dan kemauan tinggi. “Sebab pemain muda Indonesia punya motivasi bagus. Haus pengetahuan didasari teknik individu yang mumpuni. Hanya fisik dan taktis yang harus ditingkatkan.”

Struktur
Caranya menurut penyandang gelar Bangsawan Kerajaan Belanda itu, Indonesia harus membangun dasar pelatihan usia muda yang baik, fasilitas pelatihan yang memadai, kompetisi mapan dan pelatih yang handal. Itu semua harus terstruktur, dan dia pernah bicara soal ini. “Beberapa tahun lalu saya pernah menjajaki bersama Rahim (Sukasah red) untuk membangkitkan pelatihan usai muda. Dia punya visi bagus, sabar dan tahu apa yang diharapkan. Masalah muncul ketika banyak hambatan dan halangan untuk realisasinya. Kemudian rencana itu menghilang dan saya tidak dengar apa-apa lagi,” ungkapnya kepada RNW.

Tegas dan Profesional
Ketika dimintai saran, pria kelahiran 26 Juni 1943 kepada Radio Nederland mengatakan bahwa Wim Rijsbergen harus tegas dari awal. “Minta kejelasan soal seleksi pemain dan mendapatkan staf yang bisa dipercaya. Lantas pemain sendiri perlu sering latihan lawan tim-tim tangguh. Mereka juga harus lebih profesional, kalau sedang bermain jangan sampai konsentrasi terpengaruh keputusan wasit,” pungkas pelatih yang sohor menangani bakat muda itu.

London Rusuh, Inggris Vs Belanda Dibatalkan


Kerusuhan yang terjadi di London menjalar ke dunia sepakbola. Pertandingan persahabatan antara Inggris kontra Belanda pun dibatalkan.

Kerusuhan yang disertai dengan pembakaran dan pencurian terjadi di ibukota Inggris itu. Bahkan, kerusuhan itu menjalar ke Birmingham dan Liverpool.

Akibatnya, pertandingan persahabatan antara Inggris kontra Belanda harus dibatalkan demi keamanan.

Kerusuhan di London disebabkan oleh kematian seorang pria 29 tahun yang disebut sebagai anggota sebuah geng.

Menanggapi kejadian ini, bek Inggris dan Manchester United berkicau di Twitter.

"Inggris Vs Belanda dibatalkan, sebuah keputusan yang bagus. Siapa yang mau menonton pertandingan bola ketika negara kami sedang dalam keadaan kacau," kicau Ferdinand seperti dilansir Tribal Football.

Kejadian ini dikhawatirkan akan menggangu kompetisi Liga Primer Inggris yang akan digelar akhir pekan ini.

Capello Umumkan Skuad 'Three Lions' Kontra Belanda


Fabio Capello akhirnya mengumumkan skuad yang akan memperkuat timnas Inggris ketika menghadapi Belanda pada partai ujicoba. Nama-nama baru ikut meramaikan persaingan.

Dalam skuad yang dipanggilnya Capello total mencantumkan 11 pemain dari Manchester United dan Manchester City, yang akan bertanding di Community Shield hari Minggu (7/8/2011), hanya tiga hari sebelum melawan Belanda.

Danny Welbeck kembali dipanggil oleh Capello setelah menjalankan debutnya saat menahan Ghana 1-1, sementara penyerang Liverpool, Andy Carroll, juga punya kesempatan untuk menambah caps-nya.

Sementara, Micah Richards juga kembali kedalam skuad mengisi pos Glen Johnson yang cedera. Kyle Walker, yang bermain cantik saat Tottenham mengalahkan Athletic Bilbao, hari Sabtu, juga dipanggil kedalam tim.

Pemain West Ham, Scott Parker juga dipanggil meski timnya sekarang terdegradasi ke divisi Championship.

Inilah daftar pemain yang dipanggil timnas Inggris:
Kiper: Robert Green, Joe Hart, David Stockdale.
Bek: Leighton Baines, Gary Cahill, Ashley Cole, Rio Ferdinand, Phil Jagielka, Joleon Lescott, Micah Richards, John Terry, Kyle Walker.
Tengah: Gareth Barry, Michael Carrick, Stewart Downing, Adam Johnson, Frank Lampard, James Milner, Scott Parker, Jack Wilshere, Ashley Young.
Depan: Andy Carroll, Peter Crouch, Wayne Rooney, Danny Welbeck.

Stekelenburg: Buruan Beli Saya, Roma!


Penjaga gawang Ajax Amsterdam Maarten Stekelenburg membuka pintu lebar-lebar terkait kepindahannya ke AS Roma.

Roma saat ini tengah dipusingkan untuk mencari penjaga gawang baru menyusul kepindahan penjaga gawang Doni ke Liverpool.

Sebelumnya, nama Stekelenburg sempat dilupakan Roma. Klub asal ibukota Italia itu lebih tertarik untuk memboyong kipper Espanyol Carlso Kameni. Namun hingga kini, usaha pendekatan urung dilakukan.

Alhasil, Roma kembali berpaling kepada Stekelenburg. Kali ini klub milik pengusaha asal Amerika Serikat itu menunjukkan niatan serius.

Hal itu langsung mendapat tanggapan positif dari Stekelenburg. Lewat agennya Rob Jansen, sang penjaga gawang menyatakan ketertarikannya untuk menjadi kipper anyar Roma.

“Maarter (Stekelenburg) sangat ingin untuk pindah ke Roma. Jika tidak, maka saya tidak akan melakukan pembicaraan dengan pihak klub,” ujarnya seperti dilansir Voetbal International.

Jansen juga menambahkan bahwa proses kepindahan kliennya itu menuju Roma masih sangat jauh dan negosiasi antara kedua klub saat ini masih berlangsung.

“Negosiasi tidak berjalan mulus. Kedua klub masih ngotot dengan keinginannya masing-masing, tetapi aka nada pembicaraan lebih lanjut pada Kamis (waktu setempat) di Amsterdam. Ajax hinga kini belum menjatuhkan tenggat waktu,” tandasnya.

Korban Stadion Rubuh Menjadi Dua Orang


Korban jiwa bertambah akibat robohnya atap stadion milik FC Twente. Setelah satu orang tewas saat kejadian, sat lagi pemuda dilaporkan tewas.

Pemuda berusia 24 tahun itu meninggal di rumah sakit setelah sebelumnya mengalami cedera berat saat atap stadion Grolsch Veste, markas Twente, ambruk.

Menurut TC/Tubantia, korban kedua meninggal hari Jumat pagi (waktu setempat) setelah mengalami luka serius saat kecelakaan projek pengembangan stadion itu terjadi.

Korban menderita cedera serius setelah terperangkap didalam crane saat musibah itu terjadi.

Sebelumnya pria berusia 31 tahun meninggal ditempat karena teertimpa reruntuhan.

Atap Stadion Roboh, Satu Orang Tewas!


Atap sebuah stadion di Belanda baru-baru ini rubuh pada hari Kamis (6/7/2011), memakan satu korban jiwa dan 10 orang harus dilarikan ke rumah sakit karena cedera berat.

Menurut walikota kota Enschede, Peter den Oudsten, bagian selatan atap stadion milik klub Eredivise, FC Twente rubuh yang menimbulkan korban 14 jiwa, satu diantaranya meninggal dunia.

Dua pekerja yang dibawa ke rumah sakit mengalami cedera serius, ujar den Odsten. an anjing pencari serta kamera sudah diturunkan ke lokasi kecelakaan untuk mencari pekerja yang masih terjebak dibawah reruntuhan.

Penyebab kejadian malang itu belum diketahui. Pekerjaan itu dilakukan dalam bagian pengembangan stadion dari 24 ribu kursi menjadi 30 ribu, dengan menambah satu tingkatan.

Melalui sang direktur, Jan van Halst, Twente mengatakan klub "sangat sedih. Simpati kami untuk seluruh keluarga korban,"

Dia juga menghimbau suporter untuk tidak datang ke stadion yang berjarak 160 Km dari kota Amsterdam itu lebih dulu karena pekerjaan darurat sedang dilakukan.

FC Twente adalah juara Eredivise pada 2010 dan runner-up musim lalu, saat ini seluruh skuad sedang berlatih di daerah Zeeland saat kecelakaan itu terjadi.

Frank Rijkaard Latih Arab Saudi


Mantan pelatih Barcelona dan Galatasaray Frank Rijkaard kini sudah resmi menangani timnas Arab Saudi.

Pelatih asal Belanda itu sudah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun, Jum'at (1/7) kemarin. Penandatanganan dilakukan di Kedutaan Arab Saudi di London, Inggris.

Rijkaard menggantikan posisi Ricardo Gomes, yang hanya beberapa hari menjadi pelatih karena tidak setuju dengan isi kontrak.

Presiden Asosiasi Sepakbola Arab Saudi, pangeran Nawaf Bin Faisal, mengaku senang dengan penunjukan Rijkaard.

Rijkaard akan mulai menjalankan tugasnya pada akhir JUli, tepatnya saat Arab Saudi menjalani kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Hong Kong.

Rijkaard diharapkan bisa membantu Arab Saudi lolos Piala Dunia 2014 di Brasil. Prestasinya membawa Barcelona menjuarai Liga Champions dan Primera Liga Spanyol serta mempersembahkan gelar Piala Turki untuk Galatasaray menjadi alasan Arab Saudi banyak menaruh optimisme pada dirinya.

Kedatangan 3 Pemain Indonesia ke CS Vise Tertunda


Kedatangan tiga pemain muda Indonesia ke Vise, Belgia, sedikit tertunda karena masalah administrasi yang terlambat diterima manajemen klub.

Ketiga pemain tersebut adalah Yandi Sofyan Munawar (19 tahun), Alfin Ismail Tuassalamony (19) dan Yericho Christiantoko (19). Ketiga talenta muda tersebut saat ini tengah bersama tim SAD Indonesia di Uruguay.

“Kedatangan tiga pemain Indonesia yang bermain di Uruguay tertunda karena klub masih menunggu sejumlah dokumen,” Demikian nukilan keterangan tertulis CS Vise yang disampaikan Manajer Media Jerome Jacot kepada INILAH.COM.

“Federico Molinari, direktur umum CS Vise, dan Christian Bartosch, direktur administratif, sedang bekerja untuk mencari jalan keluarnya. Situasi ini akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Rencananya, ketiga pemain tersebut tiba di klub divisi dua liga Belgia milik Nirwan Bakrie di bawah payung PT Pelita Jaya Cronus itu pada 30 Juni untuk menjalani tes medis.

Van Bronckhorst di Bawah Kontrol Pelatih Persipura


Meski berstatus bintang sepakbola kelas dunia, namun Giovanni Van Bronckhorst tetap harus patuh dan tunduk pada aturan yang bakal dijalankan pelatih Persipura Jayapura, Jackson F Tiago dalam pertandingan amal bertajuk Starbol sore nanti, Rabu (22/6/2011).

Dalam perang bintang yang melibatkan seluruh pemain sepakbola terpilih yang berkiprah di Indonesia tersebut, Giovanni Van Bronckhorst bakal berada di kubu tim pemain asing yang akan mengenakan kostum putih. Lawannya, tentu saja para bintang pemain lokal (Indonesian all star) baik yang merumput di ISL, maupun di LPI.

Kubu Indonesian all star bakal dipimpin pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan, sementara kubu pemain asing yang juga melibatkan Giovanni Van Bronckhorst, dibawah kendali pelatih Persipura Jayapura, Jackson F Thiago.

"Saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam pertandingan. Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik saya. Akan saya lakukan semua yang terbaik untuk mencetak gol," ujar Giovanni Van Bronckhorst.

Dalam latihan ringan yang dilakukan kemarin (Selasa), Giovanni Van Bronckhorst terlihat langsung dapat menyatu dengan para pemain lain yang baru kali ini ditemuinya. Pelatih Jackson F Thiago sendiri langsung memimpin jalannya latihan, dan terlihat hangat dengan sosok Giovanni Van Bronckhorst sepanjang sesi latihan.

Dua Pemain Hebat Dunia Berada di Jakarta


Dua pesepakbola hebat dunia, mantan Kapten Timnas Belanda Giovanni Van Bronckhorst dan Kapten Tim Arsenal Cesc Fabregas, hari ini (22/6/2011) berada di Jakarta. Meski dalam dua agenda lawatan berbeda, namun keduanya membawa misi yang sama, untuk menyebarkan pesan perdamaian dalam sepakbola.

Dua pemain ini tampil dalam final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Giovanni bermain untuk tim Belanda sedangkan Cesc bermain untuk tim Spanyol yang akhirnya menjadi juara.

Jika Giovanni Van Bronckhorst datang dengan misi kemanusiaan, ingin membantu anak-anak kurang mampu agar tetap bermain bola, kedatangan Cesc Fabregas pun tak jauh beda. Selain ingin menyapa masyarakat Indonesia, kedatangan Fabregas yang dibawa perusahaan makanan, Biskuat tersebut tentu bakal memotivasi masyarakat sepakbola tanah air.

Tak hanya dua pesohor lapangan hijau itu saja yang antusias menginjakan kakinya di Indonesia. Center Back Manchester United, Rio Ferdinand juga rupanya bakal tiba di tanah air dalam waktu dekat. Ferdinand dijadwalkan berada di Jakarta pada 29 Juni 2011 mendatang.

Ironisnya, mereka datang justru pada saat dunia persepakbolaan nasional tengah menghadapi babak krusial setelah dihantam kisruh yang terjadi pada badan sepakbola nasional yang bernama PSSI. Komite Normalisasi yang mengambil alih fungsi PSSI kini tengah menyiapkan pelaksanaan Kongres PSSI untuk memilih kepengurusan baru.

Semoga kedatangan para pemain bintang dunia tersebut mampu melecut semangat bangsa Indonesia untuk kembali tegak menatap sepakbola nasional yang sudah seharusnya dapat kembali berbicara di pentas dunia.

Seperti keyakinan Giovanni Van Bronckhorst, Indonesia memiliki potensi besar, yang memungkinkan untuk berbicara banyak di kancah sepakbola dunia. "Saya melihat Indonesia memiliki impact yang kuat di Asia. Saya kira, 10 sampai 20 tahun kedepan, sepakbola negara ini akan besar jika terus dikembangkan," ujar Giovanni Van Bronckhorst yang berdarah Maluku.

Kerja Keras Van Bronckhorst Buat Indonesia


Menjadi terkenal dan bergelimang harta lantaran sebuah prestasi tingkat dunia, tak membuat Giovanni Van Bronckhorst merasa jumawa dan melupakan sesama. Mantan kapten timnas Belanda yang berdarah Ambon tersebut justru menganggap kesuksesan yang telah diraihnya merupakan keberuntungan yang tidak semua orang mendapatkannya. Lahir di tengah keluarga guru, Van Bronckhorst tumbuh besar dengan baik dan mendapat kebebasan memilih karier sebagai pemain bola.

Menurut Giovanni Van Bronckhorst, seharusnya keberuntungan dapat menjadi pemain sepakbola sekaliber dirinya tak hanya bisa diraih oleh anak-anak dari keluarga dengan ekonomi berkecukupan, tapi juga bagi semua anak tanpa terkecuali.

"Saat saya muda, saya mendapat kesempatan dan kebebasan. Dengan fasilitas dan pendidikan yang cukup dari orang tua yang diberikan kepada anak, juga kesempatan bermain bola di Belanda. Tapi tidak semua anak punya kesempatan seperti saya. Karena itu, saya ingin membantu anak-anak tersebut," ujar Giovanni Van Bronckhorst.

Seolah tahu kondisi pembinaan serta fasilitas yang ada di Indonesia, Giovanni Van Bronckhorst berharap, dengan adanya Giovanni Van Bronckhorst Foundation di Indonesia, anak-anak Indonesia yang menginginkan bermain bola di tengah keluarga dengan ekonomi tidak mampu dapat tersalurkan.

"Di masa depan, semoga Giovanni Van Bronckhorst Foundation dapat bekerjasaman dengan yayasan lain di Indonesia untuk membantu mereka. Kami berharap dapat bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga," ujar Van Bronckhorst.

Giovanni van Bronckhorst Ingin Bikin Gol Seperti di Piala Dunia


Giovanni van Bronckhorst, ingin menciptakan gol spektakulernya saat tampil di semifinal Piala Dunia 2010 padapertandingan persahabatan bertajuk "Starbol-United for Football Indonesia" yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu 22 Juni 2011 malam pukul 19.00.

"Saya akan mencetak gol seperti saat tampil di Piala Dunia, dari samping kiri," kata Giovani yang akrab disapa Gio kepada wartawan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, 21 Juni 2011.

Saat itu, tendangan keras Gio dari jarak jauh di luar kotak finalti pada menit ke-18 tidak mampu dihalau kiper Fernando Muslera. Sumbangan satu gol ini membuat Belanda menang 3-2 atas Uruguay sekaligus mengantarkan Belanda ke Final setelah penantian panjang selam 32 tahun

Pada laga Starbol, mantan pemain yang pernah membawa Barcelona juara Liga Champions 2006 itu, bakal bergabung dengan pemain asing yang ada selama ini berlaga di Indonesia. Mereka nantinya dinamakan Tim Putih dan akan ditangani oleh Jacksen F. Tiago- pelatih asal Brasil yang baru saja membawa Persipura Jayapura Juara Indonesia Super League (ISL) 2011.

Tim Putih akan berhadapan dengan Tim Merah yang diperkuat oleh pemain tim nasional lintas generasi, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Ba, Bambang Pamungkas hingga Irfan Bachdim. Tim Putih ini akan ditangani oleh pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan.

Kedatangan Gio ini bukan semata-mata untuk tampil di Starbol. Bintang sepak bola dunia yang masih keturunan Maluku ini sengaja didatangkan oleh promotor ThreeSixty Entertainment dalam rangka meresmikan yayasan "Giovanni Van Bronckhorst @ All Children of Indonesia."

Melalui yayasan tersebut, Gio ingin bisa memberikan fasilitas kepada anak-anak Indonesia yang kurang mampu untuk mengembangkan cita-citanya menjadi pemain sepak bola. Ia berharap nantinya yayasan itu bisa bekerjasama dengan organisasi atau lembaga lain di Indonesia. "Gio setuju menjalankan aktifitas untuk kerjasama tersebut jika nanti dibutuhkan," kata humas Gio, Rocky Tuhutery.

Van Bronckhorst Suka Gado-gado dan Sate


Mantan kapten tim nasional Belanda Giovanni van Bronckhorst mengaku doyan makanan khas Indonesia. Pria kelahiran Rotterdam, Belanda, 5 Mei 1975, yang disapa Gio itu mengenal menu Indonesia dari masakan ibunya, Fransien, dan neneknya.

"Saya suka gado-gado dan sate," kata Gio kepada wartawan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa 21 Juni 2011.

Gio mengatakan ia dan keluarganya sering mengadakan acara santap bersama aneka menu masakan Indonesia tersebut. Pemain yang pernah mengantarkan Barcelona juara Liga Champions 2006 ini menganggap Indonesia, khususnya Maluku, adalah tempat yang penting.

"Nanti saya akan mengajak istri dan anak saya ke Maluku," kata mantan pemain yang pernah memperkuat tim nasional Belanda sebanyak 106 kali ini.

Setiap ada kesempatan mengunjungi tanah kelahiran ibunya, Gio selalu menyempatkan diri mengunjungi kerabatnya yang masih tinggal di sana. Namun, kedatangannya di Indonesia kali ini, menurut humas yang mendampingi Gio, Rocky Tuhutery, tidak ada jadwal ke Maluku.

Van Bronckhorst Jualan Kaos Bekas Messi dan Iniesta

Mantan Kapten Tim Sepakbola Belanda Giovanni Van Bronckhorst hari ini
(21/6/2011) tiba di Jakarta. Dalam kunjungannya ke beberapa negara
termasuk Indonesia, Gio, panggilan Van Bronckhorst bakal melelang
beberapa kaos yang pernah dipakainya
untuk menggalang dana kemanusiaan.

Tak hanya kaos yang dia pakai saat tampil di Piala Dunia, Gio, juga
membawa serta kaos rekan-rekan satu timnya saat membela FC Barcelona.
Giovanni Van Bronckhorst membawa serta kaus Lionel Messi, Andres
Iniesta, dan Xavi Hernandez.

Hasil penjualan kaos-kaos tersebut, menurut Gio yang berdarah Maluku,
bakal disalurkan untuk membantu anak-anak kurang mampu, termasuk di
Indonesia. Hasil penjualan akan disalurkan melalui Giovanni Van
Bronckhorst Foundation yang di Indonesia telah diresmikannya hari ini.

Van Bronckhorst sendiri dalam kunjungannya selama lima hari di Jakarta
(21-25 Juni 2011), akan melakukan serangkaian acara dibawah arahan
ThreeSixty Entertainment. Mulai menjadi pembicara pada Press
Conference 21 Juni 2011, Giovanni Van Bronckhorst
Foundation Gala Dinner, Meet and Greet hingga Coaching Clinic.

Gala Dinner bakal digelar pada 24 Juni 2011 di Kempinski Grand
Ballroom Hotel Jakarta, sementara Meet and Greet hingga Coaching
Clinic digelar pada 25 Juni 2011 di Lapangan Latihan Timnas PSSI
Jakarta.

Giovanni van Bronchost Peduli Anak Indonesia


Bukan untuk pelesiran Giovanni van Bronchost datang ke Indonesia. Ia berkunjung ke “tanah leluhurnya” untuk maksud mulia. Dipromotori ThreeSixty Entertainment, Gio, begitu ia biasa disapa, akan meresmikan “Giovanni Van Bronckhorst @ all children of Indonesia. Sebuah lembaga kepedulian sosial terhadap anak-anak kurang mampu.

Selama berapa tahun Giovanni dan isteriya Marieke berusaha untuk menyumbang nama baik mereka untuk tujuan-tujuan baik. Bukan saja di negeri Belanda tapi juga di Indonesia. Oleh karena rencana-rencana makin lama makin besar pada saat ini, mereka memutus untuk merencanakan semua rencana itu dengan saksama dan secara terbuka.

"Saya datang untuk mengabdi. Memberikan sumbangsih untuk anak-anak Indonesia yang hidup dalam tarap kemiskinan melalui sebuah foundation yang saya dirikan,” kata kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 ini. “Sebuah kebanggaan bisa membantu anak-anak Indonesia saat saya telah memutuskan pensiun sebagai pesepakbola,” jelas Giovanni Van Bronckhorst sebagai pendiri Foundation.

Tiba di Jakarta, 21 Juni 2011, Gio langsung menghadiri pernyataan pers di Ballroom Grand Hyatt Hotel Jakarta. Dalam kunjungannya selama lima hari di Jakarta, 21-25 Juni 2011, Gio akan melakukan serangkaian acara dibawah arahan ThreeSixty Entertainment. Sebagai pembicara pada Press Conference 21 Juni 2011, Arif Putra Wicaksono (CEO Threesixty Entertainment), Giovanni Van Bronckhorst (International Football Player), Rocky Tuhuteru (Public Relation GVB), Marissa Nasution (Celebrity) dan sebagai MC Cathy Sharon.

Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi Giovanni Van Bronckhorst Foundation Gala Dinner pada 24 Juni 2011 di Kempinski Grand Ballroom Hotel Jakarta, Meet and Greet dan Coaching Clinic pada 25 Juni 2011 di Lapangan Latihan Timnas PSSI Jakarta. Gio juga akan melelang beberapa jersey tandingnya yang diperuntukkan untuk anak-anak Indonesia. Ada jersey nya saat membela timnas Belanda pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Selain itu ia juga melelang jersey rekan-rekannya di El Barca seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez dan ada pula lelang Meet and Greet bersama Gio di Barcelona. Lelang foto Gio saat mencetak gol spektakuler di Piala Dunia 2010 beserta tandatangan dan foto Gio saat memenangkan Liga Champion bersama Barcelona FC beserta tandatangan. Dinner dengan Giovanni di Jakarta begitu juga dengan sesi bermain golf bersama Giovanni di Jakarta akan masuk dalam lelang pada malam Gala Dinner tersebut.

Hasil dari lelang tersebut semua diperuntukkan untuk anak-anak Indonesia. “Langkah Gio mendirikan foundation di Indonesia patut mendapatkan apresiasi. Dia pemain besar, tapi tak lupa leluhurnya. Kami bangga sekaligus terharu bisa membantu Gio membuat sebuah lembaga sosial yang diperuntukkan untuk anak-anak Indonesia,” kata Arif Putra Wicaksono (CEO Threesixty Entertainment).

Van Bronckhorst bakal Dijamu Tukul Arwana


Bintang sepak bola dunia keturunan Indonesia, Giovanni van Bronckhorst, akan 'dijamu' oleh pelawak kondang Tukul Arwana. Presenter acara Bukan Empat Mata itu tampil 'ger-geran' di acara tersebut. Mereka akan muncul dalam acara Bukan Empat Mata yang dipandu Tukul Arwana pada Selasa, 21 Juni 2011, malam. "Rencananya memang begitu," kata Eric Boediarjo, dari ThreeSixty Entertainment (promotor kedatangan van Bronckhorst), Minggu, 19 Juni 2011.

Gio, pemain Belanda berdarah Indonesia yang pernah menjadi kapten tim nasional Belanda pada Piala Dunia 2010, dipastikan tiba di Jakarta, Selasa 21 Juni 2011 pagi hari. Kedatangannya ini sekaligus untuk meresmikan Yayasan Giovani van Bronckhorst yang ada di Indonesia.

Agenda lain yang telah disusun ThreeSixty, yaitu tampil dalam pertandingan persahabatan "Starbol-Unite for Football Indonesia" yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu 22 Juni nanti pukul 19.00 WIB.

Kemudian, gala dinner yang akan digelar di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat 24 Juni 2011 malam, pukul 19.00 sampai 23.00 WIB. Selain itu, Gio akan membagi pengalamannya bermain sepak bola kepada anak-anak melalui coaching clinic yang akan berlangsung di lapangan tim nasional Senayan, Sabtu 25 Juni 2011, pukul 06.00 WIB.

Van Bronckhorst, 36 tahun, sebelumnya sempat dijadwalkan ke Indonesia dalam acara "Indonesia Tanah Air Beta" yang disponsori kantor Menteri Pemuda dan Olahraga, Maret lalu. Namun, ia batal datang saat itu terjadi insiden kasus teror bom di Jakarta.